
Hallo Sobat Traders!
Kembali lagi dengan NgobrolPemula, dalam trading forex indikator merupakan salah satu komponen penting dalam melakukan analisa trading, tidak hanya itu indikator teknikal yang biasa digunakan para trader dapat mencapai ratusan. Namun sobat traders harus mengetahui ternyata indikator teknikal dapat dibedakan menjadi 2 hal yaitu indikator overlay dan indikator oscillator.

Indikator ini terbentuk dari arah harga, namun indikator ini berbentuk grafik dan ditumpukan pada grafik harga. Berikut jenis indikator overlay yaitu:
- Moving Average

Moving Average adalah indikator yang menghitung harga rata-rata suatu aset dalam periode waktu tertentu, yang dimana harga rata-rata berasal dari harga pembukaan (Open), penutupan (Close), tertinggi (High), terendah (Low), dan pertengahan (Median).
Tidak hanya itu Moving Average termasuk dari indikator lagging, yang berarti Moving Average berlandaskan pergerakan harga yang lampau. Indikator ini berguna untuk mempermudah dalam mengenali trend atau pergerakan harga secara umum.
- Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas harga, pada indikator Bollinger Bands akan membentuk suatu area yang dinilai sebagai volatilitas (ekspansi) suatu pergerakan harga.
Indikator Bollinger Bands ini juga bisa digunakan untuk menentukan fase overbought atau jenuh beli dan oversold atau jenuh jual. Kita bisa mengenalinya ketika pasar sedang ranging (sideways).
- Parabolic SAR

Parabolic SAR merupakan indikator yang berbentuk dot (titik-titik) pada pergerakan harga pasar. Indikator parabolic SAR dalam suatu kenaikan, maka dot SAR ini akan muncul pada bagian bawah harga, sedangkan dalam suatu penurunan maka dot SAR ini akan muncul pada bagian atas harga.
- Ichimoku Kinko Hyo

Ichimoku Kinko Hyo merupakan indikator teknikal yang memiliki kegunaan yang berbagai macam, salah satunya dapat membantu menunjukan level support dan resistance, mengidentifikasi arah pergerakan harga, dan mengukur sebuah momentum pasar. Hal ini dapat membantu para trader dalam menganalisa pergerakan suatu aset.
2. Indikator Oscillator
Indikator oscillator ini menampilkan suatu osilasi antara nilai yang ditentukan yang ditampilkan pada bawah grafik harga. Berbeda dengan indikator overlay yang menampilkannya pada grafik harga. Indikator oscillator ini dapat memperhitungkan fluktuasi pergerakan suatu instrumen trading. Berikut jenis indikator oscillator yaitu:
- Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD merupakan suatu indikator yang menunjukan arah pergerakan harga, tidak hanya itu MACD juga dapat menunjukan momentum pasar seperti overbought atau oversold. Konsep mengenai MACD bisa membingungkan, meski maksud dan tujuannya sebenarnya sangat mudah dipahami. Pada dasarnya, MACD menghitung Exponential Moving Average (EMA) selama 12 hari dan 26 hari terakhir.
- Relative Strength Index (RSI)

Indikator RSI adalah suatu indikator yang menunjukan pergerakan suatu harga dengan mengukur pergerakan harga. Pada indikator RSI ini bisa digunakan dalam mengukur besarnya volatilitas harga suatu instrumen trading.
Indikator ini banyak digunakan oleh trader dan ahli analisis teknikal, karena RSI mengukur perubahan pada harga aset dalam periode 14 (14 hari untuk grafik harian, 14 jam untuk grafik per jam, dst). hasilnya lalu ditempatkan dalam sebuah pengukuran dengan skala 0 sampai 100.
Bisa dijelaskan bahwa suatu indikator teknikal ini bersifat lagging, dimana indikator tersebut berupa laporan pada masa lampau atau laporan yang terjadi pada masa lalu. Perlu diingat untuk para traders bahwa indikator lagging ini dapat menyebabkan sinyal palsu.
Ikuti akun NgobrolPemula FOLLOWME untuk dapat lebih banyak konten dan update pembahasan mengenai edukasi dalam trading atau Anda bisa kunjungi topik #NgobrolPemula untuk mendapatkan tips-tips lainnya. Jika Anda mempunyai informasi lain mengenai konten ini, silahkan berkomentar di bawah ini.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发