
Maraknya investasi bodong berkedok robot trading yang terjadi sepanjang tahun 2022 telah menelan kerugian mencapai Rp 109,67 triliun. Kerugian ini sebagian besar berasal dari praktik robot trading, angka kerugian tersebut meningkat pesat dari tahun lalu. Besarnya jumlah kerugian akibat investasi bodong ini disampaikan oleh Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing. Ia menjelaskan bahwa kerugian masyarakat akibat investasi bodong terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 2018 jumlahnya Rp 1,4 triliun dan 2019 menjadi 4 triliun, namun jumlah kerugian terus mengalami peningkatan pada tahun 2020 menjadi Rp 5,9 triliun. Sejalan dengan adanya pandemi Covid-19, jumlah kerugian pada 2021 menurun menjadi Rp 2,54 triliun. Tetapi pada tahun 2022 atau sepanjang perjalannya tahun ini jumlah kerugian dari investasi bodong mengalami lonjakan begitu besar terhitung hampir 44 kali lipat dari 2021 menjadi Rp 109,67 triliun.
Salah seorang pengguna menceritakan pengalamannya yang hampir tergiur ketika ditawarkan investasi oleh salah satu oknum yang mengatasnamakan perusahaan pialang berjangka Rifan Financindo. Pengguna tersebut ditawarkan keuntungan sekian persen dari modal yang telah diinvestasikan, hampir berfikir ini benar dan akhirnya pengguna tersebut termakan oleh tawaran dari oknum tersebut, namun investasi yang dijanjikan tak sesuai sudah 3 bulan lamanya keuntungan tak kunjung cair dan modal yang diinvestasikan sejak bulan Mei hingga sekarang tidak kunjung dikembalikan.
Seorang nasabah broker MIFX kesal dengan aplikasi MIFX lantaran indikator yang sudah di setting tidak bisa di simpan ketika keluar dari aplikasi MIFX, hal ini membuat nasabah tersebut kerepotan karena selalu mengatur indikator ketika masuk aplikasi MIFX dan nasabah juga menyarankan agar dipersimpel ketika masuk aplikasi MIFX dengan menggunakan kode bukan password.
Platform Indodax perlu dibenahi lantaran seorang pengguna menuturkan bahwa pihak Indodax tidak memberikan waktu yang cukup kepada para pengguna untuk melakukan penarikan ketika saat token FTT, BULL, BEAR dan beberapa token lainnya akan disuspend. Pengguna tersebut mengungkapkan hal ini sangat fatal dan sangat merugikan para pengguna platform Indodax.
Official Website: www.followme.com
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发