Pasar Global Bergerak Dinamis: Fed Terbelah, Yen Menguat, Rupiah Masih Rentan

avatar
· 阅读量 693
USD

Mata Uang Global Jelang Akhir Tahun

Update Pasar & Insight Trading — Followme
Fed Minutes Ungkap Perbedaan Pandangan Soal Arah Suku Bunga, Pasar Tetap Waspada

Risalah rapat Federal Reserve (Fed) bulan Desember menunjukkan adanya perbedaan pandangan di kalangan pejabat bank sentral AS terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Meski Fed telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9 - 10 Desember, pandangan internal masih terbelah mengenai langkah lanjutan.

Mayoritas pejabat menilai pemangkasan suku bunga tambahan masih berpeluang dilakukan jika inflasi terus melandai sesuai ekspektasi. Namun, sebagian peserta rapat menilai suku bunga sebaiknya dipertahankan untuk beberapa waktu guna mengevaluasi dampak tertunda dari pelonggaran sebelumnya serta memastikan inflasi benar-benar kembali ke target 2%.

Keputusan pemangkasan suku bunga Desember tersebut menurunkan kisaran suku bunga acuan Fed menjadi 3,50% - 3,75%, menyusul pemangkasan serupa pada September dan Oktober. Menariknya, untuk pertama kali sejak 2019, terdapat tiga suara dissenting. Fed Governor Stephen Miran mendorong pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 bps, sementara Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid memilih mempertahankan suku bunga.
 
Proyeksi ekonomi terbaru Fed juga mencerminkan perbedaan pandangan tersebut. Perkiraan suku bunga akhir 2026 tetap berada di kisaran 3,25% - 3,50%, mengindikasikan kemungkinan hanya satu kali pemangkasan tambahan tahun depan.

Pasar kini menanti pertemuan Fed berikutnya pada 27 - 28 Januari, dengan probabilitas sekitar 83,9% bahwa bank sentral akan kembali menahan suku bunga, menurut CME FedWatch Tool.

Jepang: Yen Menguat, Pasar Waspada Intervensi
Yen Jepang menguat ke kisaran 156,4 per dolar AS (per 31 Desember 2025), didorong ekspektasi pengetatan lanjutan Bank of Japan (BOJ). BOJ sebelumnya telah menaikkan suku bunga ke 0,75% pada 19 Desember, level tertinggi dalam beberapa dekade, dan ringkasan pandangan rapat menunjukkan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka.

Pernyataan Menteri Keuangan Satsuki Katayama yang menegaskan Jepang memiliki “kebebasan penuh” untuk menghadapi pergerakan yen berlebihan turut menopang mata uang tersebut. Meski demikian, pasar tetap waspada terhadap potensi intervensi, terutama menjelang periode libur dengan likuiditas yang menipis.
Indonesia: Rupiah Menguat Tipis, Tetap Tertinggal di Asia
Rupiah sempat menguat tipis ke sekitar IDR 16.760 per dolar AS (per 30 Desember 2025), memutus tren pelemahan tiga hari. Pergerakan ini terjadi di tengah melemahnya indeks dolar dan perdagangan akhir tahun yang cenderung tipis.

Meski demikian, rupiah masih menjadi salah satu mata uang terlemah di Asia sepanjang 2025, dengan pelemahan sekitar 4,3%. Sikap dovish Bank Indonesia, setelah pemangkasan suku bunga total 150 bps dalam setahun, terus membebani sentimen. Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi Desember yang diperkirakan tetap berada dalam target BI 1,5% - 3,5%, serta prospek surplus neraca dagang yang berkelanjutan.
Ringgit Sentuh Level Terkuat dalam 5 Tahun
Ringgit Malaysia menguat ke sekitar 4,06 per dolar AS (per 31 Desember 2025), level tertinggi dalam hampir lima tahun. Penguatan ini mencerminkan apresiasi sekitar 20% dibandingkan posisi lemah di kisaran 4,80 sebelumnya, menjadikan ringgit salah satu mata uang dengan performa terbaik tahun ini.

Dampaknya langsung terasa di sektor ritel valuta asing. Penukaran uang didominasi kebutuhan perjalanan, dengan 60 - 70% transaksi terkait liburan, seiring masyarakat memanfaatkan nilai tukar yang lebih menguntungkan. Yen Jepang menjadi mata uang paling banyak dicari, disusul Yuan China dan Rupiah Indonesia.
Gambaran Besar untuk Trader
  • Fed: Kebijakan masih data-dependent, pasar cenderung wait and see.
  • Yen: Didukung kebijakan BOJ dan ancaman intervensi.
  • Rupiah: Rebound terbatas, rentan jika dolar kembali menguat.
  • Ringgit: Diuntungkan pelemahan USD, sentuh level terkuat 5 tahun
  • Likuiditas global: Tipis di akhir tahun, potensi volatilitas mendadak tetap ada.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 2
avatar
Ringgit naik gila bgt, awal bulan cm 4000, skrg udh nembus 4100 aja
avatar
SGD juga

-THE END-

  • tradingContest