
HSBC Indonesia memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak tiga kali sepanjang 2026. Kebijakan ini diperkirakan dilakukan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan stabilitas nilai tukar rupiah.
Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, menyampaikan bahwa dalam periode 12 bulan ke depan masih terdapat ruang bagi BI untuk melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga tambahan. Hal ini berada di luar pemangkasan 150 basis poin yang telah dilakukan dalam satu hingga satu setengah tahun terakhir. Menurutnya, kebijakan moneter BI akan tetap bersifat akomodatif. Pemangkasan suku bunga diperkirakan dilakukan secara bertahap dengan total 75 basis poin, yang tersebar pada kuartal I, II, dan III 2026.
Dengan skenario tersebut, suku bunga acuan BI diproyeksikan turun hingga 4 persen pada akhir kuartal III 2026, lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya yang menempatkan level tersebut pada akhir kuartal I 2026. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa ruang penurunan suku bunga pada 2026 masih terbuka, meskipun BI-rate saat ini sudah berada di level 4,75 persen. BI akan terus mengevaluasi kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan arus investasi asing langsung (FDI) dari waktu ke waktu.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发