BI Beberkan Faktor Global di Balik Pelemahan Rupiah ke Level Rp16.800

avatar
· 阅读量 385

BI Beberkan Faktor Global di Balik Pelemahan Rupiah ke Level Rp16.800

Bank Indonesia (BI) mengungkap sejumlah faktor yang mendorong nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp16.800 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.877 pada penutupan perdagangan Selasa (13/1).


Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G Hutapea, menegaskan bahwa bank sentral tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, ia mengakui pergerakan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga sentimen global.


Menurut Erwin, tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya tensi geopolitik, kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Federal Reserve. Di sisi lain, kebutuhan valuta asing di dalam negeri yang meningkat pada awal tahun turut memperberat tekanan pada rupiah.


“Kondisi tersebut mendorong rupiah melemah dan ditutup di level Rp16.860 per dolar AS pada 13 Januari 2026, atau terdepresiasi sekitar 1,04 persen secara year-to-date,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Rabu (14/1).


Meski melemah, BI menilai pergerakan rupiah masih sejalan dengan tren regional. Sejumlah mata uang Asia juga mengalami tekanan serupa, seperti won Korea Selatan yang melemah 2,46 persen dan peso Filipina yang turun 1,04 persen.


Erwin menambahkan, stabilitas rupiah tetap terjaga berkat langkah stabilisasi berkelanjutan yang dilakukan BI. Upaya tersebut mencakup intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.


Selain itu, aliran modal asing yang masih masuk, terutama ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham dengan nilai neto mencapai Rp11,11 triliun sepanjang Januari 2026, turut membantu menjaga stabilitas nilai tukar.


Kepercayaan investor global terhadap Indonesia juga dinilai tetap kuat, tercermin dari premi risiko CDS Indonesia tenor 5 tahun yang berada di level rendah, sekitar 72 basis poin. Ketahanan eksternal Indonesia pun masih solid, didukung cadangan devisa sebesar US$156,5 miliar pada akhir Desember 2025, setara dengan 6,4 bulan impor.


Erwin memastikan Bank Indonesia akan terus berada di pasar guna menjaga pergerakan rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi dan mekanisme pasar yang sehat.


“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan instrumen operasi moneter pro-market untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter, menjaga likuiditas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar,” pungkasnya.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 1
avatar
Semoga jangan sampe 17k dlu..

-THE END-

  • tradingContest