Profil Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan yang Masuk Bursa Pimpinan BI

avatar
· 阅读量 294

Profil Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan yang Masuk Bursa Pimpinan BI

Nama Thomas Djiwandono kembali mencuri perhatian publik setelah masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Isu ini menguat setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI yang memuat beberapa nama kandidat, salah satunya adalah Wakil Menteri Keuangan yang saat ini masih aktif menjabat.

Pemerintah secara terbuka mengonfirmasi pencalonan tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Thomas Djiwandono memang termasuk nama yang diusulkan, sehingga spekulasi yang beredar di pasar dan ruang publik akhirnya mendapatkan kejelasan. Sorotan terhadap Thomas tidak lepas dari latar belakang keluarga dan rekam jejaknya. Ia lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dan berasal dari keluarga yang sangat lekat dengan dunia ekonomi dan pemerintahan. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia di era Presiden Soeharto. Sementara dari sisi ibu, Thomas merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto. Kombinasi ini membuat namanya selalu berada di bawah pengamatan publik, terutama ketika dikaitkan dengan jabatan strategis seperti bank sentral.

Dari sisi pendidikan, Thomas memiliki latar akademik yang cukup solid. Pendidikan dasarnya ditempuh di Jakarta, termasuk di SMP Kanisius Menteng. Ia kemudian melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar Bachelor of Arts in History dari Haverford College pada 1994. Tak berhenti di situ, ia memperdalam keilmuannya dengan menyelesaikan pendidikan magister di Johns Hopkins University pada 2003, dengan fokus pada Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional.

Perjalanan kariernya juga cukup beragam. Ia mengawali karier di dunia jurnalistik sebagai wartawan magang di Majalah Tempo, sebelum bergabung dengan Indonesia Business Weekly. Pengalaman ini membentuk pemahamannya terhadap dinamika ekonomi dan kebijakan dari sisi komunikasi dan analisis. Memasuki akhir 1990-an, Thomas mulai fokus di sektor keuangan. Ia pernah bekerja sebagai analis di NatWest Market Jakarta, lalu berlanjut sebagai konsultan di Castle Asia. Kariernya kemudian berkembang di dunia korporasi, terutama saat bergabung dengan Comexindo Internasional, di mana ia meniti karier hingga menjadi CEO dan memimpin perusahaan tersebut selama lebih dari satu dekade. Ia juga memegang posisi penting di Arsari Group, memperkuat pengalaman manajerial dan strategisnya.

Dengan latar belakang pendidikan internasional, pengalaman di sektor keuangan, korporasi, serta posisinya saat ini di Kementerian Keuangan, pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI dinilai memiliki basis kompetensi yang cukup kuat. Namun, di sisi lain, faktor kedekatan politik dan isu independensi bank sentral tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Ke depan, proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR akan menjadi tahap krusial. Dari sanalah pasar akan menilai apakah pencalonan ini lebih banyak dipandang sebagai penguatan institusi atau justru memunculkan kekhawatiran baru terhadap independensi kebijakan moneter.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest