
Pernah nggak sih, baru saja klik Buy, eh harga malah terjun bebas? Atau pas baru Sell, harganya malah terbang ke langit? Kalau sering begini, tandanya Anda cuma asal tebak tanpa paham arti bullish dan bearish pada forex yang sebenarnya.
Di market, cuma ada dua kubu: yang mau harga naik dan yang mau harga turun. Kalau Anda nggak tahu siapa yang lagi pegang kendali, siap-siap saja saldo deposit Anda jadi "makanan" broker. Yuk, kita kupas tuntas biar Anda nggak sekadar jadi "trader FOMO."
Bullish: Saatnya Banteng Beraksi
Gampangnya, arti bullish pada forex itu kondisi di mana harga lagi semangat-semangatnya naik.
Kenapa disebut Bull? Karena banteng kalau nyerang itu tanduknya nyeruduk dari bawah ke atas.
- Ciri utamanya: Market bikin tangga naik. Ada puncak baru yang lebih tinggi (Higher High) dan koreksi yang nggak lebih rendah dari sebelumnya (Higher Low).
- Vibe Market: Semua orang lagi optimis. Berita ekonomi biasanya bagus-bagus, dan semua trader berlomba-lomba buat akumulasi Buy.
- Setup Profit: Cari pantulan di area Support atau tunggu breakout di area Resistance.
Bearish: Ketika Beruang Cakar Market
Sebaliknya, arti bearish pada forex adalah momen di mana market lagi berdarah-darah alias tren turun.
Ingat saja cara beruang nyerang: cakarnya menghantam dari atas ke bawah.
- Ciri utamanya: Grafik kelihatan kayak perosotan. Ada puncak yang makin rendah (Lower High) dan harga terus bikin rekor terendah baru (Lower Low).
- Vibe Market: Bau-bau panic selling mulai kerasa. Biasanya ada berita buruk atau ekonomi lagi lesu.
- Setup Profit: Jangan melawan arus! Cari peluang Sell di area Resistance atau saat harga gagal nembus harga tertinggi sebelumnya.
Perbedaan "Bull vs Bear" Biar Nggak Bingung
| Kondisi | Bullish (Uptrend) | Bearish (Downtrend) |
| Aksi Harga | Nanjak Terus | Terjun Bebas |
| Psikologi | Serakah / Optimis | Takut / Pesimis |
| Posisi Harga | Di atas garis Moving Average | Di bawah garis Moving Average |
| Main Play | Buy Low, Sell High | Sell High, Buy Low |
Tips Anti-Zonk: Jangan Ketipu "Fakeout"!
Banyak trader pemula kena jebakan Batman. Lihat harga naik dikit langsung gas Buy, padahal itu cuma koreksi kecil sebelum market lanjut terjun. Ini cara validasi tren yang biasa dipakai pro:
1. Lihat "Big Picture": Jangan cuma melototin chart 1 menit (M1). Cek timeframe gede kayak H4 atau Daily. Di situ tren aslinya kelihatan jelas.
2. Cek Tetangga: Intip sentimen di komunitas real trader. Saya biasanya pantau di Followme.com buat lihat apakah para "Paun" (Big Player) lagi lepas posisi atau malah nambah muatan.
3. Konfirmasi Volume: Kalau harga naik tapi nggak ada tenaga (volume kecil), hati-hati, itu biasanya cuma jebakan buat narik retail trader sebelum dibanting lagi.
Kesimpulan: Trend is Your Friend
Intinya, arti bullish dan bearish pada forex itu soal navigasi. Kalau lagi Bullish, fokus cari Buy. Kalau Bearish, fokus cari Sell. Jangan pernah "ngelawan" market cuma karena Anda ngerasa harga sudah terlalu mahal atau terlalu murah. Market bisa lebih gila dari logika Anda.
Tetap jaga Money Management, karena sehebat apapun analisa Anda, market adalah bosnya.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发