Harga Emas Tembus Rp3 Juta per Gram, Ini 4 Hal Penting agar Tak Ikut FOMO

avatar
· 阅读量 180

Harga Emas Tembus Rp3 Juta per Gram, Ini 4 Hal Penting agar Tak Ikut FOMO

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak rekor dengan menembus Rp3 juta per gram. Lonjakan harga ini memicu euforia di tengah masyarakat dan mendorong banyak orang tergoda untuk ikut membeli, didorong rasa takut ketinggalan momen atau Fear of Missing Out (FOMO). Namun, keputusan membeli emas sebaiknya tidak dilakukan hanya karena tren atau ikut-ikutan. Tanpa perencanaan yang matang, FOMO justru berisiko merugikan kondisi keuangan di kemudian hari.

Perencana Keuangan OneShildt, Budi Rahardjo, menilai wajar jika minat masyarakat terhadap emas meningkat. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, emas dinilai sebagai salah satu instrumen dengan kinerja paling konsisten di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Ditambah lagi ada persepsi di masyarakat bahwa emas adalah instrumen investasi paling aman. Padahal, pada dasarnya semua investasi tetap memiliki risiko,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian serta meningkatnya ketegangan geopolitik membuat emas kembali dipandang sebagai aset safe haven. Meski begitu, investor tetap perlu bersikap rasional sebelum memutuskan membeli.

Berikut empat hal penting yang perlu diperhatikan agar membeli emas bukan sekadar ikut FOMO.

1. Pahami Tujuan, Potensi, dan Risikonya

Sebelum membeli emas, calon investor perlu memahami dengan jelas tujuan investasi yang ingin dicapai. Apakah emas dibeli sebagai alat diversifikasi, proteksi nilai aset, atau untuk kebutuhan jangka panjang tertentu.

Menurut Budi, banyak orang langsung membeli emas tanpa memahami fungsi dan risikonya dalam perencanaan keuangan.

“Kalau seseorang menempatkan hingga 70 persen asetnya di emas hanya karena FOMO, dia juga harus siap menanggung risiko jika harga emas berbalik turun dan menggerus nilai kekayaannya,” jelasnya.

Emas idealnya ditempatkan sebagai bagian dari diversifikasi, bukan satu-satunya instrumen investasi.

2. Pastikan Kondisi Keuangan Sudah Aman

Investasi emas jangka panjang sebaiknya dilakukan ketika kondisi keuangan pribadi sudah stabil. Artinya, dana darurat telah tersedia, proteksi asuransi sudah memadai, dan arus kas bulanan dalam kondisi sehat.

“Emas seharusnya menjadi pelengkap portofolio, bukan pengganti seluruh instrumen investasi,” kata Budi.

Dengan fondasi keuangan yang kuat, investor tidak akan terpaksa menjual emas di saat harga sedang turun hanya karena kebutuhan mendesak.

3. Siap untuk Jangka Panjang

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andi Nugroho, menekankan bahwa emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Dalam periode panjang, emas berfungsi menjaga nilai uang dari gerusan inflasi.

“Walaupun harga emas bisa berfluktuasi, dalam jangka panjang dia tetap berperan sebagai lindung nilai,” ujarnya.

Andi mengingatkan bahwa keuntungan dari emas baru terasa saat harga jual kembali (buyback) sudah lebih tinggi dibandingkan harga beli. Selisih harga beli dan jual biasanya berada di kisaran 10 persen, sehingga investor perlu bersabar untuk benar-benar meraih cuan.

4. Pilih Emas Batangan, Bukan Perhiasan

Untuk tujuan investasi, emas batangan dinilai jauh lebih ideal dibandingkan emas perhiasan. Emas batangan memiliki standar harga yang jelas dan mengikuti harga pasar.

Sebaliknya, harga emas perhiasan bersifat subjektif karena dipengaruhi desain, tren, serta biaya pembuatan. Saat dijual kembali, emas perhiasan sering kali dikenakan potongan tambahan untuk biaya peleburan dan pencetakan ulang.

“Kalau model perhiasannya sudah tidak tren, harganya bisa ditekan lebih rendah lagi oleh toko emas,” jelas Andi.

Karena itu, bagi investor yang berorientasi pada nilai dan likuiditas, emas batangan tetap menjadi pilihan yang lebih aman dan transparan.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 1
avatar
emas naik gak masuk akal

-THE END-

  • tradingContest