
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi (27/1), berada di level Rp16.792 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan pelemahan sekitar 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan di dalam negeri, khususnya setelah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi lolos dan disetujui DPR sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Sentimen tersebut membuat pelaku pasar masih bersikap hati-hati dalam mengambil posisi.
Pelemahan rupiah juga sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang berada di zona merah. Yen Jepang tercatat melemah 0,09 persen, baht Thailand turun cukup dalam sebesar 0,35 persen, sementara yuan China melemah 0,06 persen. Peso Filipina dan won Korea Selatan masing-masing turun 0,18 persen dan 0,57 persen.
Di sisi lain, dolar Singapura melemah tipis 0,01 persen, sedangkan dolar Hong Kong justru menguat tipis 0,01 persen pada pembukaan perdagangan.
Tekanan juga terlihat pada mata uang negara maju. Euro Eropa melemah 0,03 persen, poundsterling Inggris turun 0,01 persen, dan franc Swiss melemah 0,03 persen. Senada, dolar Australia terkoreksi 0,01 persen dan dolar Kanada turun 0,08 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih memiliki peluang untuk kembali menguat terhadap dolar AS yang saat ini juga berada dalam tekanan. Namun, menurutnya, ruang penguatan rupiah cenderung terbatas.
“Penguatan rupiah kemungkinan tidak akan besar. Investor masih menimbang dampak pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, yang dikhawatirkan sebagian pelaku pasar dapat mengikis persepsi independensi Bank Indonesia,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Selain faktor domestik, pasar juga masih bersikap wait and see menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar dalam waktu dekat. Keputusan The Fed terkait arah suku bunga diperkirakan akan menjadi penentu utama pergerakan dolar AS dan mata uang global, termasuk rupiah.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS, seiring dengan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap berbagai sentimen global dan domestik yang berkembang.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发