Gold Meledak Lagi Level Psikologis 5500 Berhasil Di Break High

avatar
· 阅读量 949
Gold Meledak Lagi Level Psikologis 5500 Berhasil Di Break High


Emas kembali meledak ke rekor tertinggi di atas $5.500 per ons, didorong dolar AS yang melemah dan arus keluar investor dari obligasi pemerintah serta mata uang. Reli kali ini terasa lebih “liar” karena likuiditas pasar menipis, sehingga pergerakan harga jadi cepat dan mudah melebar.

Emas batangan sempat melesat hingga 3,2%, meneruskan lonjakan 4,6% pada sesi sebelumnya—kenaikan harian terbesar sejak puncak pandemi Maret 2020. Sepanjang tahun ini, emas sudah naik sekitar 28%, sementara perak hampir 65% dan ikut mencetak rekor baru. Kombinasi ketegangan geopolitik dan isu independensi Federal Reserve membuat minat ke safe haven makin tebal.

Menurut pelaku pasar, reli super cepat justru membuat bank lebih sulit ambil posisi besar. Ketika bank mengurangi risiko, volume transaksi turun dan pasar jadi lebih tipis—hasilnya volatilitas naik. Di kondisi seperti ini, kenaikan kecil bisa memicu dorongan beli yang lebih besar karena order di pasar tidak setebal biasanya.

Ada juga faktor teknikal yang ikut memperkuat lonjakan, seperti fenomena gamma squeeze. Sederhananya, saat penjual opsi “terpaksa” melakukan lindung nilai, mereka membeli kontrak berjangka. Di pasar yang tipis, pembelian tambahan ini bisa membuat harga naik lebih cepat, bahkan tanpa ada lonjakan permintaan fisik baru—makanya harga bisa terlihat naik tajam lalu cepat turun lagi.

Dari sisi cerita besar, pasar juga mulai melihat melampaui keputusan The Fed yang menahan suku bunga. Spekulasi bahwa kebijakan bisa lebih lunak ke depan—termasuk isu siapa pengganti Jerome Powell akhir tahun—mendorong minat pada emas yang tidak memberi imbal hasil. Ditambah lagi, aksi jual obligasi Jepang, wacana intervensi yen, serta komentar Trump soal dolar memperkuat “trade pelemahan mata uang” yang membuat emas makin menarik bagi pembeli global.

Pada Kamis siang di Asia, emas naik sekitar 2% ke $5.526,72/ons (setelah sempat menyentuh rekor $5.588,71). Perak berada di sekitar $117,47/ons setelah sempat membuat rekor di atas $119. Indeks dolar versi Bloomberg melemah tipis pada hari itu dan turun sekitar 1,4% untuk sepekan, menjaga logam mulia tetap punya “angin” dari sisi mata uang. (az)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest