Rupiah Tertekan ke Rp16.799 per Dolar AS, Sentimen MSCI Masih Membayangi

avatar
· 阅读量 149

Rupiah Tertekan ke Rp16.799 per Dolar AS, Sentimen MSCI Masih Membayangi

Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Jumat (30/1) pagi. Mata uang Garuda dibuka di level Rp16.799 per dolar AS, turun 44 poin atau sekitar 0,26 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga berada di zona merah. Yen Jepang tercatat melemah 0,5 persen, baht Thailand turun 0,41 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,22 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,38 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong ikut melemah tipis 0,02 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini. Di sisi lain, yuan China justru menguat tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.

Tekanan juga terlihat pada mata uang utama negara maju. Dolar Australia tercatat melemah cukup dalam hingga 0,82 persen. Euro Eropa turun 0,45 persen, sementara poundsterling Inggris terkoreksi 0,41 persen terhadap dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen negatif yang belum sepenuhnya mereda, khususnya terkait kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap saham-saham Indonesia.

Menurut Lukman, pasar masih mencerna dampak keputusan MSCI yang membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham Indonesia dalam MSCI Global Saham Indexes. Sentimen tersebut dinilai belum sepenuhnya terakomodasi oleh pasar, sehingga tekanan terhadap rupiah masih berlanjut.
“Saya kira rupiah masih akan melemah karena sentimen MSCI masih belum sepenuhnya ter-cover oleh pasar,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Meski demikian, ia memperkirakan pelemahan rupiah tetap berada dalam rentang terbatas. Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS, seiring pelaku pasar yang masih bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan lanjutan di pasar keuangan domestik maupun global.

Tekanan terhadap rupiah ini terjadi di tengah kondisi pasar keuangan domestik yang masih berupaya stabil pasca gejolak di pasar saham dalam beberapa hari terakhir. Pelaku pasar pun cenderung mengambil posisi wait and see sambil mencermati respons regulator serta arah sentimen global selanjutnya.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 1
avatar
naik sm myr jauh banget

-THE END-

  • tradingContest