XAU
Emas Kembali Rebound
Update Pasar & Insight Trading — Followme
Pasar emas (XAUUSD) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan jual ekstrem pasca mencetak rekor tertinggi. Aksi “buy the dip” dari pelaku pasar muncul ketika harga terkoreksi tajam, meredakan panic selling dan membuat pergerakan emas kembali lebih stabil.
Pada perdagangan awal Asia, emas spot diperdagangkan di kisaran US$4.950 per ons lalu meningkat ke kisaran US$5.050, setelah melonjak lebih dari 6% pada sesi sebelumnya. Rebound ini didukung oleh pelemahan dolar AS serta pergeseran sentimen pasar ke mode risk-on. Logam mulia lain seperti perak bergerak lebih tenang, mencerminkan stabilisasi setelah volatilitas tinggi.
Meski demikian, harga emas saat ini masih sekitar 12% di bawah rekor tertinggi yang tercapai pada 29 Januari, namun tetap mencatat kenaikan hampir 15% sepanjang tahun berjalan. Ini menandakan bahwa reli sempat terhenti, tetapi minat beli belum sepenuhnya hilang dari pasar.
Pada perdagangan awal Asia, emas spot diperdagangkan di kisaran US$4.950 per ons lalu meningkat ke kisaran US$5.050, setelah melonjak lebih dari 6% pada sesi sebelumnya. Rebound ini didukung oleh pelemahan dolar AS serta pergeseran sentimen pasar ke mode risk-on. Logam mulia lain seperti perak bergerak lebih tenang, mencerminkan stabilisasi setelah volatilitas tinggi.
Meski demikian, harga emas saat ini masih sekitar 12% di bawah rekor tertinggi yang tercapai pada 29 Januari, namun tetap mencatat kenaikan hampir 15% sepanjang tahun berjalan. Ini menandakan bahwa reli sempat terhenti, tetapi minat beli belum sepenuhnya hilang dari pasar.
Volatilitas Masih Tinggi, Tapi Tekanan Jual Mulai Mereda
Menurut Daniel Ghali dari TD Securities, gelombang forced selling di pasar logam mulia kemungkinan sudah mendekati fase akhir. Namun, volatilitas ekstrem dalam sepekan terakhir berpotensi membuat investor ritel lebih berhati-hati dan menunda masuk kembali, sehingga salah satu sumber permintaan jangka pendek bisa berkurang sementara waktu.
Reli kuat emas sepanjang bulan lalu sendiri dipicu oleh beberapa kombinasi faktor, seperti:
-
Ketegangan geopolitik global
-
Kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve AS
-
Dorongan spekulatif yang agresif
Namun, reli tersebut terhenti secara tiba-tiba di akhir pekan lalu. Perak mencatat penurunan harian terdalam, sementara emas mengalami koreksi terbesar sejak 2013, seiring meningkatnya peringatan bahwa kenaikan harga sudah terlalu cepat dan terlalu jauh. Ke depannya, Bank of America memperkirakan volatilitas logam mulia masih akan tinggi. Meski begitu, sejumlah bank besar tetap optimistis. Deutsche Bank bahkan mempertahankan proyeksi jangka panjang emas menuju US$6.000 per ons, menunjukkan pandangan bullish belum sepenuhnya berubah.
Pasar Valas: GBP Menguat, Yen Tertekan, Rupiah Mulai Stabil
GBPUSD Menguat Jelang Keputusan Bank of England
Pound sterling menguat terbatas mendekati 1.3700 menjelang keputusan suku bunga pertama Bank of England (BoE) di 2026. Pasar secara luas memperkirakan suku bunga ditahan di 3,75%, dengan probabilitas penurunan hanya sekitar 4%.
Data ekonomi Inggris memberikan dukungan tambahan. PMI Manufaktur Inggris naik ke 51,8 pada Januari, tertinggi dalam 17 bulan, menunjukkan ekspansi berkelanjutan dan perbaikan pesanan ekspor. Namun, inflasi yang masih tinggi di 3,4% YoY membatasi ruang BoE untuk memangkas suku bunga lebih agresif.


USDJPY Menguat di Tengah Ketidakpastian Politik Jepang
Pasangan USDJPY naik ke atas 156.00, didorong pelemahan yen akibat ketidakpastian politik menjelang pemilu sela Jepang. Kekhawatiran fiskal muncul setelah wacana kebijakan reflasi, termasuk rencana penangguhan pajak konsumsi.
Meski begitu, pasar tetap waspada terhadap potensi intervensi otoritas Jepang, yang dapat membatasi penguatan USDJPY dalam jangka pendek. Sentimen dolar AS juga didukung oleh nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed, yang dipandang lebih hawkish.


Rupiah Mulai Menguat Didukung Data Eksternal
Di pasar domestik, rupiah menguat ke kisaran IDR 16.770 per dolar AS pada Rabu pagi, mengakhiri pelemahan tiga sesi beruntun. Sentimen membaik setelah Indonesia mencatat surplus perdagangan 2025 yang solid, dengan surplus bulanan berlanjut hingga Desember.
Tekanan inflasi Januari dinilai lebih bersifat base effect, sehingga meredakan kekhawatiran kebijakan jangka pendek. Bank Indonesia kembali menegaskan komitmen stabilisasi rupiah melalui intervensi spot, forward, dan operasi likuiditas. Namun, potensi penguatan rupiah masih terbatas oleh ekspektasi pelonggaran lanjutan kebijakan moneter tahun ini.
Tekanan inflasi Januari dinilai lebih bersifat base effect, sehingga meredakan kekhawatiran kebijakan jangka pendek. Bank Indonesia kembali menegaskan komitmen stabilisasi rupiah melalui intervensi spot, forward, dan operasi likuiditas. Namun, potensi penguatan rupiah masih terbatas oleh ekspektasi pelonggaran lanjutan kebijakan moneter tahun ini.
Kesimpulan untuk Trader
-
Emas (XAUUSD): Rebound teknikal terbentuk, namun volatilitas tetap tinggi → cocok untuk strategi buy on dip dengan manajemen risiko ketat
-
GBPUSD: Bias cenderung stabil–bullish selama data Inggris solid dan BoE tetap hawkish
-
USDJPY: Rentan volatilitas politik dan isu intervensi → hindari posisi agresif
-
USDIDR: Stabil jangka pendek, tetapi ruang penguatan terbatas selama ekspektasi pemangkasan suku bunga BI masih ada
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

-THE END-