
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (4/2) pagi. Mata uang Garuda dibuka di level Rp16.764 per dolar AS, turun tipis sekitar 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan dinamika mata uang Asia yang masih cenderung beragam. Yen Jepang tercatat melemah sekitar 0,26 persen, peso Filipina turun 0,1 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,09 persen, sementara dolar Hong Kong ikut melemah 0,02 persen terhadap dolar AS. Di sisi lain, beberapa mata uang regional justru mampu menguat. Dolar Singapura naik tipis 0,02 persen, baht Thailand menguat 0,17 persen, dan ringgit Malaysia mencatatkan penguatan cukup solid sebesar 0,31 persen pada pembukaan perdagangan.
Sementara itu, mata uang utama negara maju mayoritas bergerak di zona hijau. Euro dan poundsterling masing-masing menguat sekitar 0,05 persen. Dolar Australia juga menguat 0,04 persen, meski dolar Kanada tercatat melemah tipis 0,01 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah hari ini cenderung bergerak konsolidatif dengan peluang pelemahan yang relatif terbatas. Menurutnya, pelaku pasar saat ini memilih bersikap wait and see.
“Investor cenderung sideline untuk mengantisipasi rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan, serta data PDB kuartal IV Indonesia yang akan diumumkan besok. Di sisi lain, sentimen domestik juga belum sepenuhnya pulih dari tekanan jual di pasar saham,” ujar Lukman
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS, seiring pasar yang masih mencari arah di tengah ketidakpastian global dan tekanan dari pasar keuangan domestik.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

-THE END-