Forex
Forex & Komoditas Minggu Ini
Update Pasar & Insight Trading — Followme
Pasar global sedang berada di fase “menunggu kepastian”. Dari EUR/USD yang bergerak datar, emas yang berkutat di area psikologis penting, hingga perak yang masih volatil setelah reli ekstrem, semuanya dipengaruhi oleh satu faktor utama: ekspektasi suku bunga dan data ekonomi AS.
Bagi trader, ini adalah momen krusial untuk memahami konteks fundamental sebelum mengambil posisi.
Bagi trader, ini adalah momen krusial untuk memahami konteks fundamental sebelum mengambil posisi.
EUR/USD: Tenang Sebelum Badai Data AS?
EUR/USD bergerak disekitar 1.1900, cenderung sideways di sesi Asia. Alasan utamanya jelas: pasar menunggu data Nonfarm Payrolls (NFP) dan inflasi AS.

Apa yang Mendorong EUR/USD?
-
Data Retail Sales AS melemah → meningkatkan ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga.
-
ECB relatif stabil → setelah mengakhiri siklus pemangkasan, tekanan untuk melonggarkan kebijakan makin kecil.
-
Isu independensi The Fed → komentar politik terkait calon Ketua The Fed membuat dolar tertekan.
👉 Artinya: diferensial suku bunga Fed vs ECB menjadi kunci utama arah EUR/USD.
Implikasi untuk Trader
-
Bias jangka pendek: cenderung bullish selama USD tertekan
-
Namun: hindari entry agresif sebelum NFP
-
Pullback bisa jadi peluang, tapi manajemen risiko wajib ketat
USD/IDR: Rebound ke 16.768 Pasar Wait and See Data NFP
Rupiah berada di Rp16.768 per dolar AS pada Rabu pagi, menguat 43 poin (+0,26%). Penguatan ini didorong oleh:
-
Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari ekspektasi
-
Dollar Index yang turun
-
Ekspektasi pelonggaran lanjutan The Fed
Namun analis memperkirakan penguatan rupiah terbatas, karena investor masih wait and see menjelang NFP. Pergerakan hari ini diproyeksikan dalam rentang Rp16.750 - Rp16.850.
Tekanan Domestik Masih Ada
-
Penjualan ritel domestik Desember mencatat pertumbuhan terlemah dalam 4 bulan → sinyal permintaan konsumen melemah
-
Ekspektasi pelonggaran lanjutan BI setelah total 150bps pemangkasan sejak Sept 2024
-
Sorotan tata kelola BI setelah Thomas Djiwandono dilantik sebagai deputi gubernur → memicu perhatian terhadap kredibilitas kebijakan & stabilitas valas
👉 Artinya: rupiah tidak hanya bergerak karena dolar global, tetapi juga sangat sensitif terhadap sinyal kebijakan domestik.
AUD/USD: Nada Hawkish RBA Angkat Aussie
AUD menguat ke sekitar 0.71, mendekati level tertinggi tiga tahun.
Pemicu utamanya adalah:
-
Wakil Gubernur RBA menegaskan inflasi masih tinggi
-
Pasar memberi peluang 74% kenaikan suku bunga di Mei
Namun, beberapa resiko juga mempengaruhi, termasuk:
-
Inflasi China melemah
-
Permintaan ekspor Australia bisa terdampak
👉 AUD sensitif terhadap China + kebijakan RBA.
USD/JPY: Yen Bangkit Lagi
Yen menguat mendekati 154 per dolar, didukung oleh:
-
Optimisme kebijakan fiskal Jepang
-
Potensi ruang kenaikan suku bunga BOJ
-
Spekulasi intervensi
Selain itu, dolar melemah setelah data AS yang lemah meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed.
👉 USD/JPY kini menjadi kombinasi antara faktor politik Jepang dan ekspektasi Fed.
Emas: Area Psikologis US$5.000 Jadi Medan Uji
Setelah dua hari naik, emas kembali terkoreksi dan bergerak sedikit di atas US$5.000/ons.
Level ini penting karena:
-
Area psikologis kuat
-
Zona uji antara aksi ambil untung vs minat beli lanjutan
Meski terkoreksi sekitar 10% dari ATH akhir Januari, tren year-to-date masih positif.
Faktor Fundamental Emas:
-
Risiko geopolitik
-
Pembelian bank sentral (termasuk China)
-
Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter AS
Analis melihat penurunan saat ini lebih sebagai profit taking, bukan panic selling.
Implikasi untuk Trader
-
Volatilitas tinggi masih mungkin terjadi
-
Perhatikan data inflasi & NFP
-
Level $5.000 jadi support/area battle penting
Perak: Volatilitas Ekstrem Masih Mengintai
Harga perak sempat melonjak hampir 10% dan kini bertahan di kisaran US$81-83.
Yang perlu dipahami trader:
-
Perak punya defisit pasokan besar
-
Bahkan permintaan ritel moderat bisa memicu lonjakan harga
-
Volatilitas bisa kembali muncul dengan cepat
Perak berbeda dari emas, pergerakannya cenderung lebih agresif.
👉 Cocok untuk trader yang siap menghadapi fluktuasi besar, bukan untuk strategi defensif
Kesimpulan untuk Trader
Saat ini pasar berada dalam fase:
- Sensitif terhadap data AS
- Sensitif terhadap arah suku bunga
- Volatilitas tinggi di logam mulia
Checklist Trader Pekan Ini:
✔ Pantau NFP & CPI AS
✔ Perhatikan komentar pejabat bank sentral
✔ Waspadai level psikologis emas $5.000
✔Jangan over-leverage menjelang data besar
Di fase seperti ini, sering kali yang paling penting bukan seberapa cepat masuk market, tapi seberapa disiplin mengelola risiko.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发