Pahami Position Sizing yang Bisa Bikin Loss Terasa “Biasa Aja”

avatar
· 阅读量 258
Pahami Position Sizing yang Bisa Bikin Loss Terasa “Biasa Aja”
Banyak trader panik bukan karena salah analisa, tapi karena salah mengatur position sizing padahal dengan sizing yang tepat, loss bukan lagi musuh, tapi bagian normal dari proses trading yang terkontrol. Saat risiko sudah dihitung sejak awal, emosi jadi lebih stabil, keputusan lebih rasional, dan akun jauh lebih tahan banting dalam jangka panjang. Di Followme.com, kamu bisa belajar bagaimana trader profesional mengelola risiko dan position sizing secara real, bukan sekadar teori.
Apa Itu Position Sizing (Dan Kenapa Lebih Penting dari Entry)
Dalam trading, banyak orang percaya bahwa kunci profit ada di entry yang tepat. Indikator harus pas, pola harus rapi, konfirmasi harus lengkap. Padahal, realitanya entry terbaik sekalipun tetap bisa berakhir loss. Di sinilah position sizing memegang peran krusial.

Position sizing adalah cara menentukan seberapa besar ukuran posisi (lot) yang digunakan dalam satu transaksi, agar risiko tetap terkendali jika market bergerak berlawanan. Fokusnya bukan pada berapa profit yang ingin didapat, melainkan berapa kerugian yang siap diterima.

Artinya, sebelum masuk market, trader profesional sudah tahu:
“Kalau trade ini salah, saya siap rugi segini dan itu masih aman untuk akun saya.”
Market tidak menghargai keyakinan, feeling, atau rasa “pasti profit”. Market hanya bereaksi pada disiplin risiko. Itulah sebabnya trader profesional tidak berlomba mencari entry sempurna, tapi mengutamakan kontrol risiko melalui position sizing. Karena dalam trading, bertahan lebih penting daripada terlihat benar.
Bagaimana Position Sizing Bikin Emosi Tetap Stabil Saat Loss
Loss adalah hal yang pasti dalam trading. Yang bikin beda antara trader konsisten dan trader emosional bukan seberapa sering loss, tapi seberapa besar dampaknya ke mental. Di sinilah position sizing berperan.

Dengan ukuran posisi yang tepat, trader sudah siap secara mental sejak awal. Saat stop loss kena, tidak ada kepanikan berlebihan karena kerugian masih dalam batas aman. Loss tidak lagi terasa mengancam, tapi bagian dari rencana trading.

Position sizing juga mencegah reaksi emosional seperti:
• Panik saat floating minus
• Geser stop loss
• Revenge trading

Karena risiko kecil dan terkontrol, trader bisa tetap disiplin menjalankan plan tanpa campur tangan emosi. Intinya, position sizing bukan cuma soal hitung lot, tapi alat menjaga ketenangan mental. Loss tetap ada, tapi emosi tetap stabil dan itu kunci konsistensi jangka panjang.
Rumus Sederhana Position Sizing yang Dipakai Trader Profesional
Trader profesional tidak menentukan lot berdasarkan feeling atau keyakinan analisa. Mereka memakai rumus sederhana tapi konsisten agar setiap trade punya risiko yang sama.
Rumus Dasar Position Sizing
Lot Size = (Modal × Risiko %) ÷ Stop Loss
Rumus ini memastikan bahwa jika stop loss tersentuh, kerugian tetap sesuai batas yang direncanakan.
Penjelasan Setiap Komponen
Modal (Equity)
Gunakan equity saat ini, bukan modal awal atau balance lama.

Risiko per Trade
Umumnya trader profesional memakai 1%–2% per transaksi. Semakin kecil risikonya, semakin stabil psikologi.

Stop Loss
Jarak stop loss (pip/point) menentukan besar kecilnya lot. Stop loss lebih jauh = lot lebih kecil.
Contoh Praktis
• Modal: $1.000
• Risiko: 1% → $10
• Stop loss: 50 pip

Maka: Lot = $10 ÷ 50 = 0.20 pip value (disetarakan ke ukuran lot sesuai pair & broker)

Trader tidak fokus “berapa profit”, tapi berapa aman saat salah.Position sizing bukan soal memperbesar profit, tapi mengecilkan kesalahan. Dengan rumus sederhana ini, satu trade tidak akan menentukan nasib akunmu.
Contoh Nyata Loss yang Sama, Dampak Akun yang Berbeda
Dalam trading, kerugian tidak selalu terasa menyakitkan karena nominalnya besar, tapi karena terlalu besar dibanding ukuran akun. Bahkan loss yang sama bisa memberikan dampak yang sangat berbeda pada setiap trader.
Pahami Position Sizing yang Bisa Bikin Loss Terasa “Biasa Aja”
Trader A
Trader A memiliki modal $1.000 dan mengalami loss sebesar $50. Secara nominal, angka ini terlihat biasa saja. Namun jika dilihat dari proporsinya, loss tersebut setara dengan 5% dari total modal. Dampaknya bukan hanya pada akun, tapi juga mental. Tekanan mulai muncul, fokus terganggu, dan dorongan untuk segera “balik modal” semakin besar yang sering berujung pada keputusan impulsif.
Trader B
Trader B juga mengalami loss $50, tetapi dengan modal $10.000. Bagi Trader B, kerugian ini hanya 0,5% dari akun, sehingga hampir tidak memengaruhi kondisi emosional. Ia tetap tenang, mampu mengevaluasi kesalahan secara objektif, dan melanjutkan trading sesuai rencana tanpa rasa panik atau terburu-buru.

Loss yang sama bisa terasa sangat berbeda tergantung position sizing dan proporsi risiko. Bukan besar kecilnya angka loss yang menentukan, tapi seberapa besar dampaknya terhadap akun dan mental trader.
Kapan Harus Naik Lot, Kapan Harus Bertahan?
Naik lot sering dianggap sebagai langkah wajib agar profit makin besar. Padahal, keputusan ini tidak bisa didasarkan pada rasa percaya diri semata. Dalam trading, waktu yang tepat untuk naik lot jauh lebih penting daripada sekadar keberanian.
Kapan Sebaiknya Bertahan?
Bertahan dengan lot yang sama adalah pilihan aman ketika fokus utama masih membangun konsistensi dan kedisiplinan. Pada fase ini, tujuan trader bukan mengejar profit besar, tetapi memastikan setiap keputusan tetap terkontrol.

Hal penting yang perlu diperhatikan:
• Hasil trading belum konsisten
• Emosi masih mudah terganggu saat loss
• Trading plan belum selalu dijalankan dengan disiplin
Kapan Sudah Wajar Naik Lot?
Naik lot bisa dipertimbangkan saat trader sudah lebih matang, baik dari sisi hasil maupun mental. Lot dinaikkan sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan akun, bukan sebagai jalan pintas mencari profit cepat.

Hal penting yang perlu dipastikan:
• Profit konsisten dalam periode tertentu
• Loss tetap terasa terkendali
• Risiko per trade tidak berubah

Pada akhirnya, naik lot atau bertahan adalah soal kesiapan, bukan keberanian. Lot besar tidak akan memperbaiki kebiasaan trading yang belum disiplin, justru akan memperbesar kesalahan. Dengan menunggu waktu yang tepat dan menjaga konsistensi, trader memberi ruang bagi akun dan mental untuk tumbuh secara sehat dalam jangka panjang.
Trading Bukan Tentang Selalu Menang, Tapi Tentang Bertahan Lebih Lama
Trading bukan tentang selalu menang, tapi tentang bertahan lebih lama di market. Trader yang mampu mengontrol risiko, menjaga emosi, dan disiplin menjalankan rencana akan punya peluang lebih besar untuk berkembang dalam jangka panjang. Setiap loss bukan ancaman, melainkan bagian dari proses belajar. Di Followme.com, kamu bisa menemukan insight dan edukasi trading yang membantu membangun mindset dan konsistensi sebagai trader.

Ikuti panduan lengkap @belajar bareng trader dan jadilah bagian dari 1% trader profesional di Followme.com

 

FAQ – Position Sizing dalam Trading

Klik pertanyaan untuk membuka jawaban.

Apakah position sizing benar-benar lebih penting daripada entry?

Entry yang bagus memang penting, tetapi tidak menjamin profit. Position sizing berfungsi menjaga agar setiap loss tetap terkendali, sehingga satu kesalahan tidak merusak akun maupun psikologi trader. Karena itu, banyak trader profesional menempatkan position sizing sebagai prioritas utama.

Berapa risiko per trade yang ideal agar emosi tetap stabil?
Sebagian besar trader profesional menggunakan risiko sekitar 1%–2% per trade. Dengan risiko di level ini, loss masih terasa wajar dan tidak memicu kepanikan, sehingga trader bisa tetap fokus menjalankan trading plan.
Kapan trader sebaiknya mulai menaikkan lot?
Naik lot sebaiknya dilakukan setelah hasil trading konsisten dan trader mampu menerima loss tanpa reaksi emosional berlebihan. Lot dinaikkan secara bertahap, dengan persentase risiko tetap sama, agar pertumbuhan akun tetap sehat.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest