
Memanasnya konflik di Timur Tengah mulai menimbulkan dampak ke pasar keuangan global. Menyikapi situasi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta seluruh lembaga jasa keuangan di dalam negeri untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipatif.
Mengutip laporan CNN Indonesia, OJK memastikan akan terus memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu gejolak di berbagai pasar global.
OJK Minta Industri Siapkan Mitigasi Risiko
Pejabat sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas sektor keuangan domestik. Karena itu, lembaga jasa keuangan diminta untuk terus mencermati dinamika global dan mengantisipasi dampaknya, terutama terhadap kondisi debitur dan stabilitas pasar.
Artinya, bank, perusahaan pembiayaan, hingga pelaku pasar modal perlu memperkuat manajemen risiko, menjaga likuiditas, serta memastikan kualitas kredit tetap terkontrol jika tekanan eksternal berlanjut.
IHSG Sempat Reda, Volatilitas Kembali Naik
Di sisi pasar modal, tekanan sebenarnya sempat mereda pada Februari 2026. Namun, memasuki awal Maret, volatilitas kembali meningkat seiring eskalasi konflik.
Per 27 Februari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.235,49 atau terkoreksi 1,13 persen secara month to date. Secara year to date, IHSG melemah 4,76 persen. Angka ini mencerminkan bahwa investor masih berhati-hati dan sensitif terhadap sentimen global.
OJK juga menegaskan koordinasi terus diperkuat dengan Self Regulatory Organization (SRO), yaitu:
- Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
- Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas dan kesiapan kebijakan jika diperlukan tindakan cepat di pasar.
Fokus pada Stabilitas Sistem Keuangan
Dalam kondisi geopolitik yang belum menentu, pasar cenderung bergerak fluktuatif. Lonjakan harga minyak, penguatan dolar AS, serta aliran dana keluar dari emerging markets menjadi risiko yang harus diwaspadai.
Dengan peringatan dini dari OJK, diharapkan sektor keuangan domestik tetap solid dan mampu menyerap guncangan eksternal. Bagi pelaku pasar dan investor, periode seperti ini biasanya menuntut strategi yang lebih defensif, disiplin manajemen risiko, serta pemantauan ketat terhadap perkembangan global.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

-THE END-