
Kalau baru mulai belajar forex, banyak orang biasanya fokus ke satu hal: strategi trading. Cari indikator, belajar pola candlestick, atau lihat analisis orang lain. Padahal ada satu hal yang sering dianggap sepele, tapi sebenarnya cukup berpengaruh: jam sesi trading forex.
Market forex memang buka hampir 24 jam dari Senin sampai Jumat. Tapi bukan berarti setiap jam punya peluang yang sama. Ada waktu di mana market rame banget dan harga bergerak cepat, tapi ada juga waktu di mana chart terasa “sepi”. Saya dulu juga sempat bingung. Kadang buka posisi tapi harga hampir nggak bergerak. Setelah dipelajari lagi, ternyata sering masuk market di jam yang memang lagi sepi. Makanya banyak trader akhirnya mulai memperhatikan jam sesi trading supaya tahu kapan market biasanya lebih aktif.
Kenapa Jam Trading di Forex Penting?
Forex itu market global. Artinya transaksi terjadi di berbagai negara sekaligus. Ketika satu negara selesai trading, negara lain baru mulai aktif. Karena itu market forex dibagi ke beberapa sesi trading berdasarkan pusat keuangan dunia. Saat sesi tertentu mulai aktif, biasanya bank, institusi, dan trader besar mulai masuk ke market. Volume transaksi meningkat dan harga biasanya jadi lebih bergerak.
Sebaliknya, kalau sesi tertentu belum aktif, market kadang terasa lambat. Makanya banyak trader yang tidak trading sepanjang hari. Mereka biasanya punya jam trading favorit.
Sesi Sydney: Market Baru Mulai Bangun
Sesi pertama biasanya dimulai dari Australia, sering disebut sesi Sydney. Kalau pake jam Indo, sesi ini mulai jam 5 pagi sampai jam 2 siang. Biasanya sih market masih cukup tenang di sesi ini. Pergerakan harga tidak terlalu agresif karena trader dari Eropa dan Amerika belum masuk market.
Pair yang kadang cukup aktif di jam ini biasanya yang berhubungan dengan: AUD(Australian Dollar) & NZD (New Zealand Dollar)].
Banyak trader sebenarnya tidak terlalu fokus di sesi ini karena pergerakannya relatif kecil.
Sesi Tokyo: Market Asia Mulai Aktif
Setelah Sydney, masuk ke sesi Tokyo. Jamnya kira-kira sekitar 07.00 pagi sampai 16.00 sore WIB.
Di sesi ini, market Asia mulai aktif karena Jepang adalah salah satu pusat keuangan besar di dunia, terutama Asia. Pair yang sering bergerak di sesi ini biasanya yang berhubungan sama JPY, kaya: USD/JPY EUR/JPY, dan AUD/JPY
Walaupun begitu, dibanding sesi Eropa atau Amerika, pergerakan market di sesi Asia biasanya masih cenderung lebih stabil. Ada trader yang suka sesi ini karena market tidak terlalu “liar”.
Sesi London: Market Mulai Serius
Kalau ngomongin jam sesi trading forex paling aktif, banyak trader langsung menyebut sesi London. Sesi ini biasanya mulai sekitar jam 14.00 sampai 23.00 WIB. Begitu market London buka, volume transaksi biasanya langsung meningkat. Banyak bank besar dan institusi keuangan mulai aktif trading.
Pair seperti ini biasanya cukup aktif:
- EUR/USD
- GBP/USD
- EUR/GBP
Banyak trader day trading justru lebih suka sesi London karena pergerakan market lebih jelas. Kadang breakout juga sering terjadi di awal sesi ini.
Sesi New York: Market Amerika Ikut Masuk
Setelah London berjalan beberapa jam, biasanya sesi New York mulai aktif. Jamnya sekitar 20.00 malam sampai 04.00 pagi WIB. Ini juga salah satu sesi yang cukup ramai, apalagi karena banyak data ekonomi dari Amerika Serikat keluar di jam ini.
Contohnya seperti:
- data inflasi
- data tenaga kerja (NFP)
- keputusan suku bunga
Kalau ada news besar keluar, pergerakan market bisa cukup cepat. Makanya trader yang suka news trading biasanya fokus di sesi New York.
Jam Paling Ramai di Forex
Ada satu waktu yang sering disebut trader sebagai jam paling sibuk di market forex. Itu adalah saat sesi London dan New York overlap. Biasanya mulai sekitar jam 20.00 sampai 23.00 WIB.
Di jam ini dua pusat keuangan terbesar di dunia sama-sama aktif. Volume transaksi besar dan market biasanya bergerak cukup cepat.
Spread juga sering lebih stabil karena likuiditas tinggi. Banyak trader sengaja menunggu jam ini untuk mencari peluang trading.
Tips Biar Gak Salah Pilih Jam Trading
Setelah ngerti jam sesi trading forex, biasanya gue selalu kasih beberapa saran sederhana buat trader pemula.
Pertama, nggak perlu trading seharian. Walaupun forex buka hampir 24 jam, bukan berarti kita harus duduk depan chart terus.
Kedua, coba perhatikan jam-jam di mana market sering bergerak lebih jelas. Banyak trader akhirnya fokus di sesi London atau overlap London–New York.
Ketiga, lihat juga kalender ekonomi. Kadang market bergerak besar bukan karena sesi trading, tapi karena ada rilis berita penting.
Dan yang terakhir, cari jam trading yang cocok dengan rutinitas lo. Ada yang nyaman trading sore, ada yang lebih suka malam. Gak ada aturan wajib harus trading di sesi tertentu.
Penutup
Banyak trader pemula terlalu fokus cari strategi entry terbaik, tapi lupa satu hal sederhana: waktu trading juga penting. Dengan memahami jam sesi trading forex, lo bisa lebih mudah menentukan kapan market biasanya aktif dan kapan lebih baik menunggu. Kadang cuma dengan memilih jam trading yang lebih tepat, proses trading bisa terasa jauh lebih jelas dan tidak terlalu membingungkan.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

-THE END-