
Nilai tukar rupiah mulai menunjukkan tanda pemulihan pada perdagangan Selasa pagi. Mata uang Indonesia dibuka di level Rp16.971 per dolar AS, menguat sekitar 26 poin atau 0,15 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Meski berhasil menguat, posisi rupiah masih tergolong rentan karena tetap berada sangat dekat dengan level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Pergerakan Mata Uang Asia Masih Beragam
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terlihat tidak seragam.
Beberapa mata uang justru melemah, seperti:
- Yen Jepang turun sekitar 0,19 persen
- Baht Thailand melemah 0,38 persen
Namun ada juga yang menguat, di antaranya:
- Yuan China naik sekitar 0,14 persen
- Peso Filipina menguat 0,37 persen
- Won Korea Selatan naik tipis 0,01 persen
Sementara itu, dolar Singapura dan dolar Hong Kong sama-sama mencatat pelemahan tipis pada pembukaan perdagangan.
Mata Uang Negara Maju Bergerak Campuran
Pergerakan mata uang utama dunia juga terlihat bervariasi.
- Euro melemah sekitar 0,10 persen
- Poundsterling Inggris turun 0,10 persen
- Franc Swiss melemah 0,14 persen
Di sisi lain, dolar Australia dan dolar Kanada justru mencatat penguatan tipis.
Harapan Penurunan Harga Minyak Jadi Sentimen Positif
Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, penguatan rupiah kali ini didorong oleh membaiknya sentimen pasar terhadap harga minyak. Pasar mulai optimistis harga minyak bisa turun jika Selat Hormuz kembali dibuka dan jalur distribusi energi global kembali lancar.
Optimisme ini muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut akan segera mengumumkan negara-negara yang terlibat dalam pengamanan kawasan tersebut.
Jika jalur energi kembali stabil, tekanan terhadap harga minyak bisa berkurang, dan ini biasanya memberikan dampak positif bagi mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran: Rp16.900 – Rp17.050 per dolar AS.
Artinya, meski ada peluang penguatan, pergerakan rupiah masih akan cukup fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak serta situasi geopolitik global.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

-THE END-