
- Harga emas turun mendekati $4.450 pada pembukaan pasar karena rencana invasi darat AS memicu risiko di Timur Tengah.
- Kekhawatiran akan meluasnya konflik di Iran telah memicu kenaikan harga minyak global.
- Presiden AS Trump menyatakan keyakinannya bahwa Washington akan segera mencapai kesepakatan dengan Iran.
Harga Emas (XAU/USD) dibuka lebih rendah lebih dari 1% menjadi sekitar $4.445,00 pada hari Senin, karena harga minyak terus meningkat akibat kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah. Harga minyak WTI naik hampir 3% di atas $102,50 pada perdagangan pembukaan, meningkatkan kekhawatiran akan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi secara global.
Secara teoritis, meningkatnya ekspektasi inflasi global memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam jangka waktu yang lebih lama atau memperketat kondisi moneter, yang mengurangi permintaan terhadap aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, seperti emas.
Kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut dalam perang Timur Tengah dipicu oleh ekspektasi bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan invasi darat ke Iran. Pada hari Kamis, sebuah laporan dari Wall Street Journal (WSJ) menunjukkan bahwa Pentagon AS akan mengirimkan 10.000 pasukan tambahan ke Iran. Sebagai tanggapan, Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaqari dari Iran memperingatkan di televisi pemerintah Iran bahwa "pasukan AS akan menjadi makanan lezat bagi hiu-hiu di Teluk Persia".
Sementara itu, sebuah laporan dari Reuters menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump tetap yakin, saat diwawancarai oleh Financial Times (FT), bahwa Washington dapat segera mencapai kesepakatan dengan Iran. “Pembicaraan tidak langsung melalui utusan berjalan dengan baik,” kata Trump, dan menambahkan, “Kesepakatan dapat dibuat dengan cukup cepat.”
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发