EUR
EURUSD Naik Ke 1.1550
Update Pasar & Insight Trading — Followme
Pasar forex dan komoditas global kembali bergerak dinamis di tengah perkembangan geopolitik Timur Tengah dan data ekonomi terbaru. Kombinasi sentimen risk-on, pelemahan dolar AS, serta ekspektasi kebijakan bank sentral menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan trader hari ini.
EURUSD Naik di Atas 1.1550, Didorong Melemahnya Dolar AS
Pasangan EUR/USD melanjutkan penguatan selama dua hari berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 1.1560 pada sesi Asia.
Kenaikan ini terutama dipicu oleh:
-
Pelemahan dolar AS (USD) akibat turunnya permintaan aset safe haven
-
Harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah
-
Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut AS akan “segera meninggalkan” perang Iran dalam 2–3 minggu.
Selain itu, Trump juga menegaskan bahwa:
-
Kesepakatan formal dengan Iran tidak wajib
-
Penyelesaian konflik lebih condong melalui hasil militer dibanding diplomasi
Dari sisi Iran:
-
Presiden Masoud Pezeshkian membuka peluang meredakan konflik
-
Namun, Menlu Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran menginginkan penghentian total perang, bukan sekadar gencatan senjata
Dampak ke EURUSD: Sentimen geopolitik yang membaik → risk appetite naik → USD melemah → EURUSD menguat
Inflasi Zona Euro di Bawah Ekspektasi, Tapi Tekanan Harga Masih Ada
Data terbaru menunjukkan:
-
HICP Zona Euro (YoY): 2.5% (di bawah ekspektasi 2.7%)
-
HICP inti: 2.3% (turun dari 2.4%)
Meski lebih rendah dari perkiraan, inflasi tetap menunjukkan:
-
Tekanan harga masih persisten
-
Dampak konflik Timur Tengah, terutama dari kenaikan energi
Pejabat ECB seperti Christine Lagarde dan Philip Lane mengindikasikan:
-
Kebijakan moneter bisa tetap hawkish
-
Namun, keputusan akan sangat bergantung pada durasi dan dampak shock energi
Insight untuk Trader:
-
Inflasi lebih rendah → tekanan dovish
-
Tapi risiko energi → potensi ECB tetap hawkish → EUR masih punya support fundamental campuran (mixed bias)
Harga Emas Rebound 3%, Didukung Sentimen Safe Haven
Harga emas (XAU/USD) melonjak hampir 3%, diperdagangkan di sekitar $4.680 setelah sempat turun ke $4.482.


Faktor pendorong utama:
-
Harapan berakhirnya konflik Iran-AS
-
Penurunan imbal hasil obligasi AS (10Y ke 4.31%)
-
Pelemahan dolar AS (DXY turun ke 99.91)
Pernyataan penting:
-
Trump membuka kemungkinan mengakhiri konflik meski Selat Hormuz masih terganggu
-
Iran menyatakan siap mengakhiri perang dengan syarat jaminan keamanan
-
Pentagon menyebut negosiasi damai “semakin nyata”
Berdasarkan Data Ekonomi AS:
-
JOLTS Job Openings: 6.88 juta (turun dari 7.24 juta) → tanda pelemahan tenaga kerja
-
Consumer Confidence: naik ke 91.8, tapi ekspektasi inflasi masih tinggi
Kebijakan The Fed:
-
Pejabat Fed (Jeffrey Schmid) memperingatkan risiko inflasi dari energi
-
Ekspektasi pemangkasan suku bunga di 2026 mulai memudar
Insight untuk Trader:
-
Emas didukung oleh:
-
USD lemah
-
Yield turun
-
Ketidakpastian geopolitik
-
-
Tapi secara bulanan masih berpotensi turun >10%
Rupiah Menguat ke Rp16.997/USD, Sentimen Risk-On Dominan
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp16.997/USD, naik sekitar 0.38%. Pendorong utama nya termasuk:
-
Optimisme pasar terhadap perundingan AS-Iran
-
Perubahan sentimen ke risk-on
Namun, risiko yang membayangi tekanan Rupiah tetap ada:
-
Inflasi Indonesia tinggi (4.76% YoY)
-
Harga energi masih tinggi → tekanan fiskal
-
Risiko penurunan rating dari Moody’s & Fitch
-
Ketidakpastian efektivitas kebijakan BI terbaru
Insight untuk Trader:
-
Jangka pendek: rupiah berpotensi lanjut menguat
-
Jangka menengah: masih dibayangi risiko fundamental
Tips Trading Minggu Ini
Berikut poin penting yang perlu diperhatikan trader:
1. Sentimen Global Beralih ke Risk-On
-
Konflik mereda → USD melemah
-
Aset berisiko & EUR menguat
2. EURUSD Masih Bullish Jangka Pendek
-
Didukung pelemahan USD
-
Tapi perlu waspada data inflasi & kebijakan ECB
3. Emas Masih Sensitif terhadap Geopolitik
-
Rebound kuat, tapi tren besar masih belum stabil
-
Perhatikan yield & arah dolar
4. Rupiah Menguat Tapi Rentan
-
Didukung sentimen global
-
Namun risiko domestik masih tinggi
Tips Trading Minggu Ini:
-
Fokus pada berita geopolitik Timur Tengah (high impact)
-
Pantau USD Index (DXY) dan yield obligasi
-
Perhatikan data inflasi & kebijakan bank sentral (ECB & Fed)
-
Gunakan risk management ketat karena market masih volatile
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

-THE END-