Inflasi Maret 3,48%, Turun Meski Ada Ramadan & Lebaran

avatar
· 阅读量 149

Inflasi Maret 3,48%, Turun Meski Ada Ramadan & Lebaran

Di tengah momen Ramadan dan Lebaran, inflasi Indonesia justru menunjukkan perlambatan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2026 sebesar 3,48% (yoy), lebih rendah dibanding Februari yang sempat mencapai 4,76% (yoy).

Artinya, tekanan harga masih ada, tapi mulai lebih terkendali.

Sektor Perumahan Jadi Penyumbang Utama

Menurut Deputi BPS, Ateng Hartono, inflasi tahunan paling besar datang dari sektor:

  • perumahan
  • listrik
  • bahan bakar rumah tangga

Kelompok ini mencatat inflasi hingga 7,24%, dengan kontribusi terbesar berasal dari tarif listrik.

Harga Emas Ikut Dorong Inflasi

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan tinggi, mencapai 15,32%. Penyebab utamanya adalah lonjakan harga emas perhiasan, yang ikut mendorong inflasi secara keseluruhan.

Inflasi Bulanan Ikut Melambat

Secara bulanan (mtm), inflasi Maret tercatat 0,41%, turun dari Februari yang sebesar 0,68%. Namun, tekanan tetap terasa dari sektor kebutuhan pokok, terutama:

  • ikan segar
  • daging ayam
  • beras
  • telur ayam
  • cabai rawit
  • minyak goreng
  • daging sapi

Selain itu, bensin juga ikut memberi kontribusi terhadap kenaikan harga.

Transportasi Ikut Naik

Kenaikan juga terlihat di sektor transportasi, dengan inflasi sekitar 0,41%. Salah satu penyumbangnya adalah tarif angkutan kota, yang ikut naik seiring meningkatnya mobilitas saat Ramadan dan menjelang Lebaran.

Kesimpulan

  • Inflasi turun ke 3,48% (yoy)
  • Tekanan terbesar dari listrik & energi
  • Harga pangan tetap jadi faktor utama
  • Ramadan & Lebaran tetap dorong konsumsi

👉 Meski inflasi melambat, masyarakat tetap merasakan kenaikan harga—terutama di kebutuhan sehari-hari.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 1
avatar
Gede juga inflasinya

-THE END-

  • tradingContest