
Bank of America mempertahankan prospek positifnya terhadap pasangan mata uang cross-yen, dengan preferensi untuk dolar Australia terhadap yen Jepang, mengutip berbagai faktor termasuk harga minyak yang tinggi dan divergensi kebijakan bank sentral.
Tim komoditas perusahaan memproyeksikan harga rata-rata minyak mentah Brent pada 2026 sebesar $92 per barel, dengan asumsi konflik yang melibatkan Iran berakhir pada April, menurut laporan tertanggal 1 April 2026. Bahkan jika ketegangan seputar Iran mereda, normalisasi harga minyak dapat memakan waktu.
Bank of America memperkirakan yen akan melemah terhadap mata uang komoditas karena beberapa alasan. Dampak harga minyak yang lebih tinggi terhadap dinamika penawaran-permintaan valuta asing belum terwujud dan masih akan terjadi di masa depan. Volatilitas yang lebih rendah cenderung negatif bagi yen dan positif untuk mata uang berisiko tinggi.
Perusahaan mencatat bahwa dengan berkurangnya tekanan apresiasi dolar, baik kebutuhan maupun risiko intervensi valuta asing menurun. Ketidakpastian masih menyelimuti prospek kenaikan suku bunga Bank of Japan di tengah pergeseran hawkish oleh bank sentral luar negeri.
De-eskalasi ketegangan kemungkinan akan membalikkan penguatan dolar secara luas, kata Bank of America.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发