
Dari Maret 1965 hingga Juli 1970, tingkat pengangguran di Amerika Serikat tercatat berada di bawah 5% setiap bulan. Periode tersebut menjadi salah satu rentang terpanjang dalam sejarah modern ketika pasar tenaga kerja berada dalam kondisi sangat kuat.
Namun kini, periode tersebut berpotensi telah terlampaui.
Sejak musim gugur 2015, tingkat pengangguran di AS tercatat berada di bawah 5% selama 125 bulan berturut-turut.
Memang, secara teknis data ini sempat terganggu saat pandemi COVID-19, ketika tingkat pengangguran melonjak hingga sekitar 14% dalam beberapa bulan pertama pandemi. Namun sebagian analis menilai kondisi tersebut bukanlah resesi ekonomi konvensional.
Tidak terjadi siklus kredit yang runtuh seperti pada krisis sebelumnya. Sebaliknya, kondisi tersebut lebih disebabkan oleh kebijakan darurat akibat pandemi, di mana pemerintah memberikan bantuan langsung kepada masyarakat serta dukungan finansial kepada pelaku usaha agar tetap beroperasi.
Akibatnya, pasar tenaga kerja pulih relatif cepat setelah periode tersebut.
Tidak Ada Resesi Besar Sejak 2009
Sebagian pihak berpendapat bahwa siklus ekonomi mungkin sudah berakhir lebih cepat jika pandemi tidak mendorong pemerintah menggelontorkan stimulus dalam jumlah besar. Argumen ini cukup masuk akal.
Namun demikian, ada alasan kuat untuk menyebut periode sejak 2009 sebagai salah satu ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah modern.
Sejak berakhirnya Great Financial Crisis:
- Tidak terjadi resesi besar
- Tidak muncul krisis sistem keuangan global baru
- Tidak terjadi siklus kredit ekstrem seperti sebelumnya
Bahkan dalam periode 17 tahun terakhir, pasar saham hanya mengalami dua tahun penurunan.
Indeks S&P 500 sendiri mencatat kenaikan rata-rata hampir 14% per tahun sejak awal 2009.
Tetap Tumbuh di Tengah Banyak Tantangan
Ekonomi global—khususnya Amerika Serikat—tetap menunjukkan pertumbuhan meskipun menghadapi berbagai tekanan besar, seperti:
- inflasi yang sempat mencapai 9%
- kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve dari 0% menjadi sekitar 5%
- kebijakan tarif perdagangan
- konflik geopolitik
- lonjakan harga energi
Jika mempertimbangkan seluruh tantangan tersebut, periode ekspansi ekonomi ini bisa dikatakan sebagai salah satu yang paling kuat dalam sejarah modern.
Tidak Semua Pihak Merasakan Dampak yang Sama
Meski terlihat impresif secara agregat, ekspansi ekonomi ini tidak dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok masyarakat.
Beberapa sektor ekonomi tetap menghadapi tekanan, dan tidak semua rumah tangga menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi dengan tingkat yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun indikator makroekonomi terlihat kuat, dinamika ekonomi mikro tetap bervariasi.
Siklus Ekonomi Tetap Akan Berubah
Seperti semua siklus ekonomi sebelumnya, fase ekspansi ini pada akhirnya juga akan berakhir. Namun kapan hal tersebut terjadi masih belum dapat dipastikan.
Sejak krisis keuangan global 2008–2009, banyak pihak telah memprediksi kemunduran ekonomi besar berikutnya. Namun hingga saat ini, sebagian besar prediksi tersebut belum terbukti.
Untuk saat ini, ekonomi global masih terus bergerak maju—meskipun di tengah berbagai tantangan yang kompleks.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发