Belajar Pivot Point Lengkap: Rumus dan Fungsi dalam Trading Forex

avatar
· 阅读量 335
Belajar Pivot Point Lengkap: Rumus dan Fungsi dalam Trading Forex
Di dunia trading forex, menentukan level entry yang tepat adalah kunci untuk meningkatkan akurasi keputusan trading. Salah satu tools sederhana namun sering digunakan trader profesional adalah Pivot Point. Dengan memahami rumus, fungsi, dan cara membacanya, kamu bisa mengenali level support–resistance penting serta menentukan strategi entry yang lebih terukur dan sistematis.
Apa Itu Pivot Point dalam Trading Forex?
Pivot Point adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk menentukan level support dan resistance potensial berdasarkan harga high, low, dan close periode sebelumnya. Level ini membantu trader membaca arah market serta menentukan area entry dan exit secara lebih terukur.

Karena sifatnya objektif dan mudah digunakan, Pivot Point sering menjadi acuan trader intraday maupun scalping dalam mengambil keputusan trading. 
Mengapa Pivot Point Penting dalam Analisis Teknikal)
Pivot Point membantu trader memahami level kunci pergerakan harga tanpa perlu menggambar support resistance secara manual.

Beberapa manfaat utama Pivot Point:
•  Menentukan support dan resistance harian secara cepat 
•  Membaca bias market (bullish atau bearish) 
•  Membantu menentukan area entry yang lebih terarah 
•  Cocok digunakan di forex, gold, maupun indeks 

Inilah alasan Pivot Point banyak digunakan trader profesional sebagai referensi trading harian.
Cara Kerja Pivot Point dalam Membaca Pergerakan Harga
Pivot Point terdiri dari satu level utama (pivot) serta beberapa level turunan:
•  Support → S1, S2, S3 
•  Resistance → R1, R2, R3 

Cara membacanya cukup sederhana:
•  Harga di atas pivot → market cenderung bullish
•  Harga di bawah pivot → market cenderung bearish
•  Harga di area support/resistance → potensi pantulan atau breakout

Dengan memahami struktur ini, trader dapat membaca arah market lebih cepat dan menentukan peluang entry dengan lebih percaya diri.
Rumus Pivot Point dan Cara Menghitungnya
Memahami rumus Pivot Point penting agar trader tidak hanya menggunakan indikator secara otomatis, tetapi juga mengerti logika di balik level support dan resistance yang terbentuk. Dengan mengetahui cara menghitungnya, kamu bisa membaca struktur market dengan lebih objektif. 
Belajar Pivot Point Lengkap: Rumus dan Fungsi dalam Trading Forex
Rumus Pivot Point Utama (Main Pivot)
Level utama Pivot Point dihitung menggunakan data harga high, low, dan close periode sebelumnya (biasanya timeframe harian).

PP=(High + Low + Close) / 3

Keterangan:
- High → harga tertinggi periode sebelumnya 
- Low → harga terendah periode sebelumnya 
- Close → harga penutupan periode sebelumnya 

Level Pivot (PP) ini menjadi acuan utama untuk membaca bias market:
-  Harga di atas PP → market cenderung bullish
-  Harga di bawah PP → market cenderung bearish
Jenis-Jenis Pivot Point yang Digunakan Trader Profesional
Dalam trading forex, terdapat beberapa jenis Pivot Point yang digunakan untuk menyesuaikan strategi entry dan membaca pergerakan market dengan lebih akurat. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda sesuai kebutuhan trader. 
Standard Pivot Point
Standard Pivot Point adalah jenis pivot paling umum digunakan karena perhitungannya sederhana dan stabil untuk membaca support serta resistance harian.

Rumus Pivot utama:
PP=(High + Low + Close) / 3

Dalam praktik trading, Standard Pivot Point digunakan sebagai acuan utama menentukan bias market harian dan area entry intraday karena levelnya sering menjadi titik reaksi harga.
Fibonacci Pivot Point
Fibonacci Pivot Point menggunakan rasio Fibonacci untuk menentukan level support dan resistance yang lebih adaptif terhadap retracement market.

Rumus Fibonacci Pivot Point:
PP = (High + Low + Close) / 3
R1 = PP + 0.382 × (High − Low)
R2 = PP + 0.618 × (High − Low)
R3 = PP + 1.000 × (High − Low)
S1 = PP − 0.382 × (High − Low)
S2 = PP − 0.618 × (High − Low)
S3 = PP − 1.000 × (High − Low)

Dalam penggunaannya, Fibonacci Pivot Point sering dimanfaatkan trader untuk mencari peluang entry pullback sebelum harga melanjutkan arah trend utama.
Woodie Pivot Point
Woodie Pivot Point memberikan bobot lebih besar pada harga close sehingga lebih responsif terhadap kondisi market terbaru.

Rumus Woodie Pivot Point:
PP = (High + Low + 2 × Close) / 4
R1 = (2 × PP) − Low
S1 = (2 × PP) − High

Pivot jenis ini sering digunakan trader intraday untuk membaca momentum market dan menentukan arah pergerakan harga jangka pendek.
Camarilla Pivot Point
Camarilla Pivot Point dirancang untuk mengidentifikasi area reversal jangka pendek dengan tingkat sensitivitas lebih tinggi dibanding pivot standar.

Rumus Camarilla Pivot Point:
R1 = Close + (High − Low) × 1.1 / 12
R2 = Close + (High − Low) × 1.1 / 6
R3 = Close + (High − Low) × 1.1 / 4
S1 = Close − (High − Low) × 1.1 / 12
S2 = Close − (High − Low) × 1.1 / 6
S3 = Close − (High − Low) × 1.1 / 4

Jenis pivot ini biasanya digunakan trader scalping untuk mencari peluang pantulan harga pada area support dan resistance ekstrem.
DeMark Pivot Point
DeMark Pivot Point menggunakan pendekatan berbeda karena mempertimbangkan hubungan antara harga open dan close untuk memprediksi arah market berikutnya.

Rumus DeMark Pivot Point:

Jika Close < Open
X = High + (2 × Low) + Close

Jika Close > Open
X = (2 × High) + Low + Close

Jika Close = Open
X = High + Low + (2 × Close)

PP = X / 4
R1 = X / 2 − Low
S1 = X / 2 − High

Dimana nilai X dihitung berdasarkan kondisi harga open dan close sebelumnya. Pivot ini sering digunakan trader breakout untuk membaca potensi kelanjutan arah harga.
Floor Pivot Point
Floor Pivot Point merupakan versi klasik dari pivot yang digunakan sejak era floor trading di bursa tradisional. Secara praktik, metode ini hampir sama dengan Standard Pivot Point karena menggunakan harga high, low, dan close periode sebelumnya sebagai dasar perhitungan.

Rumus Floor Pivot Point:
PPP = (High + Low + Close) / 3
R1 = (2 × PP) − Low
S1 = (2 × PP) − High
R2 = PP + (High − Low)
S2 = PP − (High − Low)

Dalam penggunaannya, Floor Pivot Point sering dijadikan referensi support dan resistance harian yang stabil untuk trading intraday.
Tom DeMark Pivot Point (TD Pivot)
Tom DeMark Pivot Point (TD Pivot) merupakan pengembangan dari DeMark Pivot yang lebih fokus membaca bias arah harga dibanding banyak level support-resistance.

Rumus Tom DeMark Pivot Point (TD Pivot):

X dihitung berdasarkan hubungan Open, High, Low, Close

Jika Close < Open
X = High + (2 × Low) + Close

Jika Close > Open
X = (2 × High) + Low + Close

Jika Close = Open
X = High + Low + (2 × Close)

PP = X / 4

Nilai X dihitung berdasarkan kombinasi harga high, low, open, dan close periode sebelumnya sehingga pivot ini lebih adaptif terhadap kondisi market terbaru. 
Mana Pivot Point yang Paling Akurat?
Tidak ada jenis Pivot Point yang paling akurat secara mutlak. Namun secara umum, pemilihannya bisa disesuaikan dengan gaya trading yang digunakan:
Pemula → Standard Pivot Point 
Trader retracement → Fibonacci Pivot Point 
Scalper → Camarilla Pivot Point 
Momentum trader → Woodie Pivot Point 
Breakout trader → DeMark Pivot Point 

Kunci utamanya adalah menggunakan Pivot Point secara konsisten dan mengombinasikannya dengan price action serta struktur market agar hasil analisis menjadi lebih optimal dan akurat. 
Ikuti panduan lengkap @belajar bareng trader dan jadilah bagian dari 1% trader profesional di Followme.com

 

FAQ Seputar Pivot Point dalam Trading Forex 

Klik pertanyaan untuk membuka jawaban.

Apa itu Pivot Point dalam trading forex?

Pivot Point adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk menentukan level support dan resistance berdasarkan harga high, low, dan close periode sebelumnya. Trader biasanya menggunakan Pivot Point untuk membaca arah market harian serta menentukan area entry dan exit trading dengan lebih terukur.

Pivot Point paling akurat digunakan di timeframe berapa?
Pivot Point paling efektif digunakan dengan Daily Pivot sebagai acuan utama arah market, lalu dikombinasikan dengan timeframe lebih kecil seperti H1 atau M15 untuk mencari konfirmasi entry. Kombinasi ini sering digunakan trader intraday karena membantu mendapatkan bias market sekaligus timing entry yang lebih presisi.
Apakah Pivot Point cocok digunakan untuk trader pemula?
Ya, Pivot Point sangat cocok digunakan trader pemula karena perhitungannya sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, indikator ini membantu trader mengenali support resistance harian dan bias market tanpa perlu menggambar level manual, sehingga memudahkan proses pengambilan keputusan trading. 

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 2
avatar
Baru tau ada jenis jenis pivot point, ah tapi menurut saya mahh sama aja
avatar
Kalau saya sih pakai yang biasa aja udah cukup gak perlu repot yang lain yang penting itu adalah cara kita konsisten ama analisa kita aja

-THE END-

  • tradingContest