Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa tatanan global saat ini sedang menuju kondisi kacau dan tidak stabil, di tengah meningkatnya konflik geopolitik, khususnya terkait ketegangan di Timur Tengah dan tekanan Amerika Serikat terhadap China. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez di Beijing.
Komentar Xi muncul ketika dinamika global berubah cepat, terutama setelah kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai semakin agresif dalam mengamankan jalur energi dan titik strategis perdagangan dunia.
Strategi AS Dinilai Menekan Akses Energi China
Dalam beberapa bulan terakhir, langkah Washington disebut-sebut mengarah pada upaya mengontrol sejumlah jalur distribusi energi penting dunia. Beberapa titik strategis yang menjadi perhatian antara lain:
- Jalur perdagangan melalui Panama Canal
- Pasokan minyak dari Venezuela
- Terminal ekspor minyak Iran di Kharg Island
- Jalur vital energi global Strait of Hormuz
Langkah-langkah tersebut dinilai berkaitan dengan strategi menyeimbangkan posisi ekonomi antara AS dan China, mengingat China sangat bergantung pada impor energi dari kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Konflik Timur Tengah Tekan Pasokan Energi China
Sebelum konflik meningkat, sekitar 52% impor minyak China berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun akibat gangguan jalur pelayaran, terutama di Selat Hormuz, porsinya turun menjadi sekitar 31%, sehingga China harus meningkatkan impor dari negara lain seperti Brasil dan Rusia.
Gangguan ini menunjukkan betapa pentingnya jalur energi global terhadap stabilitas ekonomi China yang sangat bergantung pada perdagangan dan manufaktur.
China Kritik Blokade AS di Selat Hormuz
Pemerintah China juga mengkritik langkah militer AS di kawasan tersebut, termasuk blokade laut di sekitar Selat Hormuz, yang dinilai berisiko memperburuk ketegangan geopolitik dan mengganggu stabilitas perdagangan global.
Di sisi lain, data ekonomi terbaru menunjukkan konflik tersebut mulai berdampak pada performa ekspor China dalam beberapa bulan terakhir, memperkuat kekhawatiran Beijing terhadap arah sistem ekonomi global.
Pertemuan Trump–Xi Jadi Kunci Selanjutnya
Situasi geopolitik saat ini membuat pertemuan antara Presiden Trump dan Xi Jinping menjadi sangat krusial. Banyak pihak menilai pertemuan tersebut dapat menentukan apakah ketegangan ekonomi kedua negara akan mereda atau justru meningkat menjadi konflik dagang dan energi yang lebih luas.
Bagi pelaku pasar global terutama trader forex dan komoditas perkembangan hubungan AS–China berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak, emas, dan dolar AS dalam waktu dekat.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发