Dolar AS kembali menguat setelah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran membuat bank sentral global memilih sikap menunggu dan mengamati (wait-and-see) sebelum mengambil keputusan kebijakan moneter. Situasi geopolitik ini meningkatkan ketidakpastian pasar dan memperkuat posisi USD sebagai aset safe-haven sementara.
Konflik AS–Iran Dorong Permintaan Safe Haven
Presiden Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata untuk memberi waktu kepada Iran menyusun proposal penyelesaian konflik. Namun di saat yang sama, Iran dilaporkan menyita dua kapal di Selat Hormuz — jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Langkah ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, yang langsung memengaruhi sentimen pasar.
Investor kini berada dalam posisi dilematis:
-
optimis konflik bisa mereda
-
tetapi tetap khawatir konflik berkepanjangan mengganggu pasar energi
Ketidakpastian seperti ini biasanya membuat dolar lebih kuat karena dianggap aset relatif aman.
Indeks Dolar Menguat, Euro dan Yen Tertekan
Penguatan dolar terlihat pada pergerakan Dollar Index (DXY) yang naik ke level 98,58.
Sementara itu:
-
EUR/USD turun ke 1,1709
-
Yen melemah ke 159,45 per dolar
Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor masih memilih USD sebagai tempat berlindung sementara dari risiko geopolitik global.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Semakin Mengecil
Konflik geopolitik juga memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Trader sebelumnya memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga. Namun sekarang:
📉 peluang pemangkasan hanya sekitar 28% hingga akhir 2026
Alasannya:
-
konflik berpotensi mendorong inflasi energi
-
ekonomi AS masih relatif kuat
-
risiko global masih tinggi
Situasi ini mendukung penguatan USD dalam jangka menengah.
Kandidat Ketua The Fed Tegaskan Independensi Kebijakan
Kandidat pimpinan The Fed, Kevin Warsh, menegaskan tidak ada komitmen kepada Presiden Trump terkait penurunan suku bunga.
Hal ini penting karena pasar sebelumnya berspekulasi bahwa perubahan kepemimpinan bisa mempercepat pelonggaran moneter.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan bahwa pendekatan terbaik saat ini adalah menunggu perkembangan konflik sebelum mengambil keputusan kebijakan.
Lima Bank Sentral Dunia Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Dalam waktu dekat, lima bank sentral utama dijadwalkan menggelar rapat kebijakan:
-
Federal Reserve
-
European Central Bank
-
Bank of Japan
-
Bank of England
-
Bank of Canada
Mayoritas diperkirakan memilih sikap menunggu perkembangan geopolitik dan inflasi global sebelum mengubah arah kebijakan.
Artinya:
➡ volatilitas forex berpotensi meningkat
➡ tren USD masih relatif kuat sementara
➡ market sensitif terhadap headline geopolitik
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发