Mulai hari ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghapus kode broker pada saat transaksi saham berlangsung. Pelaku pasar baru bisa melihat kode broker yang melakukan transaksi setelah penutupan pasar di sore hari.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menegaskan keputusan itu tidak akan mengurangi transparansi perdagangan saham di pasar modal Indonesia.
"Meskipun anggota bursa tidak lagi mendapatkan akses informasi kode broker secara real time pada saat jam perdagangan, namun bursa masih memberikan informasi seluruh transaksi, termasuk kode broker pada akhir jam perdagangan yang dapat diakses oleh semua anggota bursa," ujar Laksono dikutip, pada Rabu (1/12/2021).
Laksono menerangkan, anggota bursa dapat memanfaatkan data tersebut untuk mengolah informasi kode broker untuk selanjutnya dapat didistribusikan kepada investor. Dengan demikian, lanjut dia, hal ini akan mengubah trading behavior khususnya investor yang menggunakan informasi kode broker untuk keputusan investasi.
"Kami berharap investor dapat melakukan analisis baik fundamental maupun teknikal sebelum melakukan keputusan investasi. Penutupan kode broker ini juga diharapkan akan lebih memperdalam pengetahuan investor tentang investasi di pasar modal," ucapnya.
Di samping itu, Laksono menuturkan, selama ini masih banyak investor yang membeli saham tanpa didasari dengan analisis fundamental dan teknikal yang baik. Dengan ditutupnya informasi kode broker, kata dia, diharapkan investor akan lebih hati-hati dan tidak ikut-ikutan dalam membeli saham.
"Penutupan informasi kode broker dapat mengurangi potensi herding atau investasi berdasarkan ikut-ikutan, menciptakan encouragement bagi investor untuk lebih menguasai analisis fundamental terlebih dahulu, sehingga transaksi yang dilakukan adalah atas hasil analisa yang baik, yang lebih objektif, bukan sekadar ikut-ikutan atau berdasarkan emosional," bebernya.
Selain itu, Laksono mengatakan, penutupan kode broker juga diharapkan akan membentuk harga saham di pasar modal akan lebih terjaga kewajarannya. Hal ini dikarenakan investor sudah memahami atas kondisi fundamental serta teknikal dari suatu saham.
(das/eds)作者:Danang Sugianto - detikFinance,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发