Sejarah dan Asal-usul Huruf "K" Jadi Singkatan untuk Ribu

avatar
· 阅读量 59

KOMPAS.com – Penulisan huruf "K" dalam harga misalnya Rp 15K atau Rp 250K banyak dijumpai di kafe-kafe, restoran, atau online shop. Huruf "K" pada harga ini digunakan sebagai pengganti ribuan.

Misalnya, 1K berarti 1.000 atau jika dalam mata uang rupiah berarti 1K adalah Rp 1.000. Kemudian 20K berarti 20.000 atau Rp 20.000, 100K artinya 100.000 atau Rp 100.000, dan seterusnya. 

Lantas, kenapa huruf "K" jadi singkatan ribu? Bagaimana sejarah dan asal-usulnya? 

Baca juga: Masih di Bawah Target, Realisasi Lifting Migas Semester I-2023 Capai 615.500 Barrel

Asal usul arti "K" pada harga

Dikutip dari Merriam-Webster, satuan K memiliki kepanjangan kilo. Kilo adalah unit pengukuran dalam Sistem Satuan Internasional atau SI (Système international d'unités).

Dalam mengukur jarak, 1 kilometer sama dengan 1.000 meter. Sedangkan untuk mengukur berat, 1 kilogram sama dengan 1.000 gram.

Kata kilo sendiri berasal dari bahasa Yunani "chilioi" yang digunakan untuk menyatakan banyak atau jamak.

Baca juga: Pertama Kali, India Masuk 5 Besar Pasar Terbesar iPhone

Penggunaan "K" untuk menyingkat ribu dimulai setidaknya sejak pertengahan 1940-an. Catatan menunjukkan, "K" sebagai ribu ada dalam glosarium buku teks Basic Electrical Engineering terbitan McGraw-Hill's tahun 1945.

Dua tahun kemudian, perusahaan elektronik Radio Corporation of America (RCA) memasukkan K dalam glosariumnya, Common Words in Radio, Television, & Electronics. 

Dilansir dari Kompas.com, penggunaan huruf "K" pada harga untuk menyatakan ribu tentu memiliki keuntungan sendiri. Selain menyingkat penulisan, penggunaan huruf "K" juga bisa menghemat tempat.

Beberapa contoh penggunaan huruf K untuk menyingkat angka besar yang terlalu banyak angka nol.

Baca juga: DJSN Masih Simulasikan Iuran BPJS Kesehatan dengan Penerapan KRIS

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest