Harga Minyak Turun 4 Persen Sepekan, Dihantui Lemahnya Permintaan China

avatar
· 阅读量 33
Harga Minyak Turun 4 Persen Sepekan, Dihantui Lemahnya Permintaan China
Harga Minyak Turun 4 Persen Sepekan, Dihantui Lemahnya Permintaan China. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak mentah ditutup melemah pada Jumat (15/11/2024) setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut, dipicu oleh tanda-tanda lemahnya permintaan dari China dan kenaikan stok minyak di Amerika Serikat (AS) pekan lalu. 

WTI crude untuk pengiriman Desember turun USD1,68, berakhir di USD67,02 per barel pada Jumat.

Baca Juga:
Harga Minyak Turun 4 Persen Sepekan, Dihantui Lemahnya Permintaan China Menebak Arah IHSG Pekan Depan Jelang Pengumuman BI Rate 

Sementara itu, Brent crude untuk pengiriman Januari, yang menjadi acuan global, turun USD1,42 ke USD71,14 per barel. 

Dalam sepekan, kedua kontrak minyak acuan tersebut merosot 4 persen.

Baca Juga:
Harga Minyak Turun 4 Persen Sepekan, Dihantui Lemahnya Permintaan China Emiten Lo Kheng Hong (GJTL) Diguyur Kredit Jumbo Rp4,4 Triliun dari BBCA Cs 

China kembali melaporkan penurunan pengolahan minyak di kilangnya selama Oktober, menunjukkan permintaan dari importir terbesar dunia itu terus melemah seiring perlambatan ekonominya.

PVM Oil Associates mencatat, dikutip MT Newswires, Jumat (15/11), "China memberikan pengingat yang tepat waktu tentang kondisi sebenarnya di sektor minyaknya. Pengolahan kilang negara itu turun untuk bulan ketujuh berturut-turut pada Oktober." 

Baca Juga:
Harga Minyak Turun 4 Persen Sepekan, Dihantui Lemahnya Permintaan China Bank Mandiri (BMRI) Sokong Tenun Tradisional Bali, Lombok, dan Kupang Tembus Pasar Global

“Meski penjualan ritel stabil bulan lalu, pertumbuhan output industri China melambat, yang berdampak negatif pada kebutuhan minyak mentah impor,” katanya.

Penurunan harga minyak ini juga mengikuti laporan stok minyak AS dari Energy Information Administration (EIA) pada Kamis, yang menunjukkan kenaikan lebih besar dari perkiraan, yakni 2,1 juta barel. 

Baik EIA maupun International Energy Agency (IEA) pekan ini memperingatkan, pasokan diperkirakan akan surplus pada kuartal II-2025.

Hal ini didorong oleh kenaikan produksi di tengah lemahnya permintaan akibat perlambatan ekonomi China dan meningkatnya pangsa pasar kendaraan listrik. 

Futures WTI mencatat pelemahan mingguan, juga dipicu kekhawatiran potensi peningkatan produksi minyak AS di bawah pemerintahan baru Donald Trump.

Penguatan dolar AS turut menjadi beban bagi harga minyak mentah, mengingat komoditas ini dihargai dalam dolar, sehingga daya tariknya berkurang. 

Data ekonomi yang dirilis baru-baru ini menunjukkan perekonomian Negeri Paman Sam tetap tangguh, yang dapat membuat Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) memperlambat penurunan suku bunga dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell pada Kamis menyatakan, bank sentral tidak perlu terburu-buru menurunkan suku bunga, mengingat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pasar kerja yang solid, dan inflasi yang masih di atas target 2 persen. 

"Selama 48 jam terakhir, kita melihat perubahan signifikan, bukan hanya dari hasil pemilu, tetapi juga data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan serta pernyataan Powell yang menyiratkan sikap yang kurang agresif terhadap penurunan suku bunga," ujar Wakil Kepala Investasi Vaughan Nelson, Adam Rich.

"Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga menurun drastis, dan pasar kini sedang menyesuaikan diri setelah reaksi yang cukup optimistis (bullish) terhadap pemilu AS." (Aldo Fernando)

风险提示:以上内容仅代表作者或嘉宾的观点,不代表 FOLLOWME 的任何观点及立场,且不代表 FOLLOWME 同意其说法或描述,也不构成任何投资建议。对于访问者根据 FOLLOWME 社区提供的信息所做出的一切行为,除非另有明确的书面承诺文件,否则本社区不承担任何形式的责任。

FOLLOWME 交易社区网址: www.followme.ceo

喜欢的话,赞赏支持一下
avatar
回复 0

加载失败()

  • tradingContest