Wall Street Dibuka Hijau, Pasar Sambut Positif Data Inflasi

avatar
· 阅读量 42
Wall Street Dibuka Hijau, Pasar Sambut Positif Data Inflasi
Wall Street Dibuka Hijau, Pasar Sambut Positif Data Inflasi (Foto: dok AP)

IDXChannel - Tiga indeks utama Wall Street dibuka hijau pada perdagangan Rabu (12/3/2025) menyambut positif data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.

Hal ini akan mendorong optimisme pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve.

Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,45 persen ke level 41.620,03, sementara S&P 500 (SPX) menguat 1,01 persen ke 5.628,48. Indeks berbasis teknologi, Nasdaq Composite (IXIC), mencatat kenaikan terbesar dengan lonjakan 1,68 persen ke 17.728,48. 

Laporan inflasi yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 2,8 persen secara tahunan (yoy) pada Februari.

Angka ini lebih rendah dari 3,0 persen pada Januari. Secara bulanan, inflasi hanya meningkat 0,2 persen mom, melambat dari kenaikan 0,5 persen mom pada bulan sebelumnya. 

Realisasi ini juga melandai dari ekspektasi ekonom, yang memperkirakan inflasi tahunan sebesar 2,9 persen, dan inflasi bulanan 0,3 persen, demikian melansir Investing, Rabu (12/3/2025).

Sementara itu, inflasi inti, yang tidak termasuk komponen pangan dan energi tercatat naik 3,1 persen yoy, dan 0,2 persen secara bulanan mom, lebih rendah dari bulan sebelumnya serta di bawah proyeksi pasar. 

Sejak pertemuan terakhirnya pada Januari, bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) telah menunda pemangkasan suku bunga dan memilih untuk menunggu data lebih lanjut sebelum mengambil keputusan. 

Ketidakpastian mengenai dampak kebijakan tarif Trump terhadap inflasi menjadi salah satu alasan utama sikap hati-hati bank sentral.

Di sisi lain, ketegangan perdagangan kembali meningkat seiring mulai berlakunya tarif dagang Presiden Donald Trump terhadap produk baja dan aluminium. Kebijakan ini langsung mendapat respons keras dari Uni Eropa, Kanada, dan Jepang.

Sikap serupa ditunjukkan oleh China dan Jepang, yang menyatakan akan mengambil langkah perlindungan terhadap kepentingan ekonomi mereka. 

Sementara itu, Kanada, sebagai pemasok baja dan aluminium terbesar ke AS, mengumumkan akan menerapkan tarif balasan sebesar 25 persen terhadap impor barang AS senilai USD30 miliar mulai Kamis (13/3/2025).

(DESI ANGRIANI)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
avatar
回复 0

加载失败()

  • tradingContest