
Presiden Donald Trump menuntut perusahaan-perusahaan farmasi raksasa menurunkan harga obat yang beredar di Amerika Serikat (AS). Ultimatum ini sudah diberikan Trump secara tertulis langsung kepada 17 perusahaan farmasi besar.
Melansir CNBC, Sabtu (2/8/2025), Gedung Putih melaporkan surat kepada 17 perusahaan farmasi besar itu berisi perintah segera menguraikan langkah-langkah nyata dalam upaya menurunkan harga obat di AS.
Perusahaan diminta memberikan harga yang paling terjangkau kepada semua pasien Medicaid, program kesehatan AS untuk pasien berpenghasilan rendah. Di mana uraian langkah-langkah penurunan harga obat ini harus sudah diserahkan paling lambat pada 29 September 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tidak, Trump mengancam akan mengerahkan setiap kemampuannya melindungi keluarga Amerika dari praktik penetapan harga obat yang tidak adil tanpa menjelaskan tindakan apa saja yang akan diambil.
"Mereka juga diberi tahu agar tidak menawarkan obat-obatan ke pasar maju lainnya dengan harga lebih baik daripada harga yang ditawarkan di AS, dan bahwa mereka harus menjual obat-obatan langsung ke pasien AS, sehingga menghilangkan perantara apotek yang dikenal sebagai manajer manfaat farmasi (PBM)," tulis CNBC dalam laporannya.
Baca juga: Daftar Lengkap Negara Kena Getok Tarif Trump, Berlaku Mulai Agustus |
Imbas ultimatum dari Trump tersebut, nilai saham perusahaan-perusahaan sektor kesehatan anjlok selama perdagangan Jumat (1/8) kemarin. Misalkan saja ada Novo Nordisk, perusahaan pembuat Wegovy yang nilai sahamnya turun 5% pada perdagangan pagi waktu setempat, dan diperdagangkan 1,3% lebih rendah pada pukul 11.15 waktu London.
"Trump telah lama mengecam perusahaan farmasi atas apa yang disebutnya sebagai praktik penetapan harga yang tidak adil, sebelumnya mengatakan bahwa ia berencana untuk menurunkan harga di AS sebesar 80%," terang CNBC.
Bahkan pada Mei 2025 kemarin, Trump sudah menandatangani perintah eksekutif untuk menurunkan biaya obat-obatan dengan mengikat harga beberapa obat di AS dengan harga yang jauh lebih rendah di luar negeri berdasarkan kebijakan MFN.
Mengutip CNBC, berikut daftar perusahaan yang menerima surat ultimatum dari Trump:
1. AbbVie
2. Amgen
3. AstraZeneca
4. Boehringer Ingelheim
5. Bristol-Myers Squibb
6. Eli Lilly
7. EMD Serono
8. Roche
9. Gilead
10. GSK
11. Johnson & Johnson
12. Merck
13. Novartis
14. Novo Nordisk
15. Pfizer
16. Regeneron
17. Sanofi
作者:Ignacio Geordi Oswaldo -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
加载失败()