JAKARTA, investor.id -Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2019-2024 sekaligus tokoh pasar modal dan pengusaha ternama, Sandiaga Salahuddin Unomenyinggung adanya sejumlah perusahaan binaan komunitas dan stakeholder yang diproyeksikan siap melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dalam 2-3 tahun mendatang.
Beberapa di antaranya berasal dari sektor jasa, kosmetik, hingga industri lain yang memiliki potensi pertumbuhan signifikan. "Kami melakukan improvisasi agar perusahaan-perusahaan binaan ini bisa tumbuh, berkembang, dan pada waktunya siap untuk melantai di bursa," ujar Sandiagadi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/8/2025).
Di sisi lain, indeks harga saham gabungan ( IHSG ) kian mendekati level psikologis 8.000. Capaian ini dinilai sangat simbolik, seiring dengan momentum umur ulang tahun Indonesia yang ke-80 dan juga kepemimpinan Presiden ke-8, serta optimisme pertumbuhan ekonomi nasional yang berpotensi menyentuh 8%.
Sandiaga Salahuddin Unomenilai pencapaian tersebut merupakan bentuk apresiasi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. "Kalau dibandingkan dengan negara-negara besar, baik G20 maupun Asia, bursa kita masih menawarkan prospek yang bagus. Kembalinya aliran dana asing menunjukkan adanya kepercayaan kepada pasar modal Indonesia," ujar Sandiaga Uno.
Sandiaga menjelaskan, pada masa lalu investor asing menguasai hingga 70% kapitalisasi pasar, namun belakangan menurun menjadi di bawah 50%. Tren terbaru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan kembali minat asing.
Dana Asing
Ada beberapa faktor yang mendorong aliran dana asing ke Indonesia. Pertama, valuasi pasar Indonesia relatif masih menarik dibandingkan beberapa emerging market lain yang sudah naik terlalu tinggi.
Kedua, stabilitas politik yang terjaga menjadi modal penting bagi kepercayaan investor. Ketiga, pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten di atas 5%, dengan potensi mencapai 8% jika investasi lebih banyak digerakkan ke sektor-sektor produktif. "Selain perbankan, kini semakin banyak sektor lain yang berkembang dan menawarkan nilai tambah yang dilirik investor global," tambahnya.
Meski tidak lagi berkiprah di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (
SRTG
), Sandiaga menegaskan bahwa strategi investasi harus dilihat dalam perspektif jangka panjang. "Investasi di Indonesia ini harus bicara mengenai horizon jangka panjang, bukan hanya untuk keuntungan jangka pendek," jelasnya.Dengan IHSG yang kian mendekati 8.000, Sandiaga menilai hal ini lebih dari sekadar pencapaian angka indeks. Ia melihatnya sebagai simbol dari kepercayaan investor terhadap masa depan pasar modal Indonesia, sekaligus refleksi optimisme bahwa ekonomi nasional mampu tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Simbol angka delapan ini--dari ulang tahun ke-80 DNK Ayodhya, Presiden ke-8, hingga potensi pertumbuhan 8%--memberikan semangat baru bahwa kita berada di jalur yang benar dalam memobilisasi investasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional," pungkasnya.
Sumber : investor.id
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下
加载失败()