Kedelai CBOT Melorot Akibat Panen AS Meningkat dan Minimnya Permintaan China

avatar
· 阅读量 55
  • Harga kedelai CBOT turun 0,17% ke USD1.016,25 per bushel, tertekan percepatan panen di AS dan ketiadaan permintaan dari China sebagai pembeli utama.
  • Harga jagung dan gandum juga melemah, masing-masing 0,24% dan 0,34%, mengikuti tren negatif komoditas agrikultur.
  • Pemerintah AS berencana memberi dukungan bagi petani, menyusul anjloknya ekspor kedelai ke China, dengan kebijakan resmi akan diumumkan pada 7 Oktober.

Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago kembali melemah, Senin pagi, tertekan percepatan panen di Amerika Serikat dan absennya pembelian dari China yang selama ini menjadi pasar utama ekspor kedelai AS.
Kontrak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,17% atau USD1,75 menjadi USD1.016,25 per bushel pada pukul 08.08 WIB, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Singapura, Senin (6/10).
Komoditas agrikultur lainnya juga terkoreksi. Harga jagung CBOT melemah 0,24% atau USD1,00 menjadi USD418,00 per bushel, sementara gandum berkurang 0,34% atau USD1,75 jadi USD513,50 per bushel.
Petani Amerika kini berupaya mempercepat penjualan hasil panen kedelai mereka, mencari pembeli alternatif di kawasan Asia dan Afrika di tengah ketiadaan permintaan dari China. Importir di Negeri Tirai Bambu, yang merupakan konsumen terbesar kedelai Amerika, hingga kini belum melakukan pembelian dari hasil panen musim gugur 2025.
Menyikapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pekan lalu bahwa pemerintah akan memberikan dukungan bagi petani Amerika akibat penurunan ekspor ke China, dengan rincian kebijakan yang dijadwalkan diumumkan pada Selasa (7/10). (Reuters/Bloomberg/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest