Rupiah Melemah Tertekan Ketidakpastian Penutupan Pemerintahan AS Yang Diperpanjang

avatar
· 阅读量 46
  • Rupiah melemah ke Rp16.583 per dolar AS pada Senin (6/10), turun 20 poin (0,12%) dibandingkan akhir pekan lalu, tertekan ketidakpastian akibat penutupan Pemerintah AS yang diperpanjang.
  • Sentimen eksternal dominan: shutdown AS menunda rilis data ekonomi penting, sementara indeks dolar menguat di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed 25 bps pada akhir Oktober.
  • Tekanan tambahan: dinamika geopolitik global dan lambatnya serapan belanja K/L 2025 ikut membebani rupiah; proyeksi pergerakan di kisaran Rp16.550-Rp16.620 per dolar AS.

Ipotnews - Ketidakpastian akibat shutdown pemerintahan Amerika Serikat yang diperpanjang, memicu pelemahan kurs rupiah terhadap dolar di awal pekan.
Mengutip data Bloomberg pada Senin (6/10) pukul 15.00 WIB, kurs rupiah akhirnya ditutup pada level Rp16.583 per dolar AS, posisi tersebut melemah 20 poin atau 0,12% dibandingkan Jumat sore (3/10) kemarin di level Rp16.563 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menuturkan, pelemahan rupiah lebih banyak dipicu sentimen eksternal. Salah satu faktor utamanya adalah ketidakpastian pasar global menyusul penutupan sebagian operasional Pemerintah AS yang diperpanjang.
"Para senator gagal meloloskan proposal pengeluaran untuk keempat kalinya, sehingga shutdown masih berlanjut hingga pekan depan," kata Ibrahim, dalam siaran pers sore ini.
Kondisi ini membuat rilis sejumlah data ekonomi penting AS ikut tertunda. Pasar menjadi sulit membaca arah kebijakan fiskal dan moneter Negeri Paman Sam. Di sisi lain, indeks dolar AS justru menguat, seiring meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada akhir Oktober.
"Pasar sudah memperkirakan probabilitas pemangkasan suku bunga mencapai lebih dari 99% menurut CME Fedwatch. Namun, ketidakpastian fiskal dan politik tetap menahan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk rupiah," jelas Ibrahim.
Selain faktor AS, dinamika geopolitik juga menjadi perhatian pelaku pasar. Presiden AS Donald Trump menyebut diskusi damai dengan Hamas sudah berlangsung positif, dengan pertemuan teknis lanjutan digelar di Mesir pada Senin ini. Namun, tensi konflik di Gaza dan Ukraina masih menjadi bayang-bayang bagi stabilitas global.
Dari sisi domestik, rupiah juga tertekan anomali penyerapan belanja kementerian/lembaga (K/L) di tahun anggaran 2025. Ibrahim menilai, keterlambatan realisasi anggaran karena kebijakan efisiensi dan penyesuaian K/L turut memengaruhi persepsi pasar terhadap likuiditas domestik.
"Meski demikian, pemerintah tetap optimistis belanja K/L bisa dimaksimalkan menjelang akhir tahun," imbuh Ibrahim.
Dengan berbagai ketidakpastian tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. "Rupiah berpotensi berada di kisaran Rp16.550-Rp16.620 per dolar AS dalam perdagangan esok hari," tambah Ibrahim.(Adhitya/AI)

Sumber : admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest