Bos Anak Usaha Pertamina Heran BBM Campur Etanol Diributkan

avatar
· 阅读量 21
Bos Anak Usaha Pertamina Heran BBM Campur Etanol Diributkan
Foto: Pertamina
Jakarta

CEO Pertamina New & Renewable Energy (NRE) John Anis mengaku heran soal penggunaan etanol dalam campuran bahan bakar minyak (BBM) menjadi perdebatan di Indonesia. Perdebatan ini menyusul kekhawatiran publik yang berasumsi BBM campur etanol akan merusak kendaraan.

Mulanya, John Anis menjelaskan ada dua bentuk BBM berbahan baku ramah lingkungan atau biofuel yakni biodiesel dengan kelapa sawit dan bioetanol yang berbahan baku singkong atau tebu. Namun untuk yang etanol hingga saat ini memicu perdebatan.

"Biofuels ada dua, yang pertama adalah biodiesel yang sudah cukup mature dari palm oil. Nah yang sekarang lagi rame adalah bioetanol, sebenarnya saya nggak tahu kenapa di Indonesia ribut-ribut ini," ungkap John Anis dalam acara Synergizing Energy, Finance & Agribusiness for a Greener Future di DoubleTree by Hilton Jakarta, Tangerang Selatan, Jumat (31/10/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: RI Bakal Pakai BBM Sawit B50 Semester 2 Tahun Depan? ESDM Bilang Gini

John Anis mengatakan, bioetanol atau BBM campur etanol ini sudah diterapkan di negara besar, seperti Amerika Serikat (AS) hingga sejumlah negara Eropa. Bahkan penggunaan bioetanol ini telah diwajibkan di negara-negara besar.

ADVERTISEMENT

"Di seluruh dunia, apalagi di negara-negara besar itu sudah mandatory. Di Amerika, di Eropa, itu sudah hampir seluruhnya pakai bukan hanya, bioetanol. Jadi sudah mandatory sebenarnya di luar," ungkapnya.

John Anis menambahkan, pengembangan dua jenis biofuel ini menjadi bagian dari segmen yang tengah dikembangkan Pertamina NRE. Selain itu, terdapat juga beberapa segmen energi bersih yang menjadi fokus pengembangan NRE.

Salah satunya geothermal, terang John Anis, Indonesia mengadopsi penggunaan energi ini terbesar kedua di dunia setelah AS. Pertamina NRE menemukan potensi energy geothermal sebesar 24 GW yang baru digarap sekitar 11%.

"Kenyataannya adalah kita punya potensi sekitar 24 gigawatt, tapi baru terpakai sekitar 11% di Indonesia. 2,4-2,5 gigawatt. Di PGE sendiri, Pertamina Geothermal Energy, anak usaha kami, kami punya 3 gigawatt yang belum dikembangkan, dan akan dikembangkan. Ini dengan PLN kita akan coba upayakan itu semaksimal mungkin," pungkasnya.

(acd/acd)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest