
- Harga kontrak Januari turun 0,41% seiring pelemahan minyak kedelai Dalian
- Ringgit menguat 0,22%, membuat sawit kurang menarik bagi pembeli asing
- Tekanan harga dipicu kompetisi minyak nabati global dan sentimen pasar lemah
Ipotnews -- Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali melemah pada perdagangan Jumat (7/11), mengikuti penurunan harga minyak kedelai di bursa Dalian, dan berada di jalur menuju penurunan mingguan keempat berturut-turut.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Januari 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 17 ringgit atau 0,41% menjadi 4.132 ringgit (sekitar USD978,22) per ton pada pukul 02.33 GMT. Sepanjang pekan ini, harga sawit telah turun 2,07%.
Di bursa Dalian, kontrak paling aktif untuk minyak kedelai melemah 0,22%, sementara kontrak minyak sawit justru naik tipis 0,14%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,06%.
Harga minyak sawit kerap bergerak seiring dengan minyak nabati lainnya, karena bersaing dalam pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, Mahkamah Agung Brasil memutuskan untuk menangguhkan proses hukum terkait moratorium kedelai hingga keputusan final dikeluarkan. Dari India, penanaman biji lobak (rapeseed) diperkirakan mencapai rekor tertinggi tahun ini, didorong oleh lonjakan permintaan dari China dan kondisi tanah yang lembap berkat curah hujan di atas rata-rata.
Selain itu, penguatan ringgit sebesar 0,22% terhadap dolar AS turut menekan harga sawit, karena membuat komoditas tersebut lebih mahal bagi pembeli asing.
Secara teknikal, analis Reuters Wang Tao memperkirakan harga CPO akan menguji level support di 4.124 ringgit per ton. Jika menembus level tersebut, harga berpotensi turun ke kisaran 4.080-4.107 ringgit per ton.(Reuters)
Sumber : admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发