Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Adang Potensi IHSG untuk Catatkan Rekor Baru

avatar
· 阅读量 29
  • Bursa Asia dibuka turun, mengikuti tekanan dari penurunan indeks acuan Eropa dan Wall Street.
  • Sejumlah indeks utama seperti ASX 200, Kospi, Kosdaq, dan Nikkei 225 kompak anjlok, sementara IHSG diperkirakan tetap melanjutkan tren penguatan setelah mencetak rekor penutupan.
  • Analis menilai tekanan pada saham teknologi global membuka peluang rotasi ke emerging market  seperti Indonesia yang ditopang konsumsi.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (18/11) dibuka loyo, terseret penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham uta,a Eropa dan Wall Street.
Pasar menahan diri menunggu rilis data ekonomi AS yang tertunda karena shutdown government, rilis risalah rapat FOMC , dan laporan kinerja sejumlah perusahaan teknologi termasuk Nvidia.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,76%. Indeks berlanjut anjlok 1,29% (-111,70 poin) ke 8.524,70 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,64% dan Kosdaq menurun 0,58%. Kospi berlanjut meluncur turum 1,57% ke posisi 4.024,98
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terperosok 2,06% (-1.036,10 poin) ke level 49.287,81, setelah dibuka merosot 0,92% dan Topix menyusut 0,6%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan tren kenaikan, didukung berlanjutnya  net buy  asing, namun kembali dibayangi tekanan aksi jual. IHSG mencatatkan kenaikan 0,55% pada sesi penutupan kemarin, mencatatkan rekor penutupan tertinggi di level 8.416. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange stagnan di posisi USD18,38.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan namun masih terkonsolidasi menguji level 8.400. Secara teknikal indeks berpeluang menuju 8.450 namun masih berisiko turun mendekati 8.350.
Analis Indo Premier berpendapat, kejatuhan saham-saham teknologi di tengah valuasi yang tinggi di bursa saham global, dan aset beresiko seperti Bitcoin, mengawali potensi rotasi ke negara-negara  emerging market  yang digerakkan oleh konsumsi sebagai penopang utama ekonomi seperti Indonesia.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menurun, seluruh indeks turun ke bawah MA-50 saat investor menunggu laporan keuangan peritel besar dan Nvidia. Pasar juga menantikan rilis laporan tenaga kerja AS periode September yang dijadwalkan terbit pekan ini, dan proyeksi pasar tahun depan.
Sentimen konsumen tertekan kekhawatiran akan valuasi AI yang terlalu mahal. Nvidia anjlok 1,9%. Saham teknologi lain tersungkur; Dell (-8,4%), Hewlett Packard (-7%) juga. Alphabet meloncat 3,1% dan Appple anjlok 1,3%, setelah Berkshire mengungkap kepemilikannya. Saham Home Depot merosot 1,2%
  • Dow Jones Industrial Average drop 1,18% (-557,24 poin) ke 46.590,24.
  • S&P 500 merosot 0,92% (-61,70 poin) ke posisi 6.672,41.
  • Nasdaq Composite melorot 0,84% (-192,51 poin) ke 22.708,08.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup di zona merah. Investor  wait and see  menjelang rilis data ketenagakerjaan AS dan laporan Nvidia. Sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran penundaan pemangkasan suku bunga the Fed dan valuasi tinggi saham terkait AI. Ketegangan China-Jepang menekan sektor barang mewah. Komisi Eropa memproyeksikan ekonomi zona euro akan tumbuh lebih cepat dari perkiraan.
Imbal hasil Bund Jerman turun. Indeks STOXX 600 turun 0,54% menjadi 571,68, terbebani sektor perbankan dan asuransi. Sektor ritel anjlok 2,3%. JD Sports terperosok 4,7%. Saham Burberry dan LVMH ambles 6,6% dan 2%. Namun WPP dan Saab melejit 11% dan 2,5%. FLSmidth & Co terjungkal 6,4% .
  • DAX 40 Jerman anjlok 1,2% (-286,03) ke 23.590,52.
  • FTSE 100 Inggris melemah 0,24% (-22,94 poin) di 9.675,43.
  • CAC 40 Prancis turun 0,63% (-51,07 poin) menjadi 8.119,02.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York dini hari tadi ditutup menguat. Pasar menunggu rilis data ekonomi AS, ketika peluang pemangkasan suku bunga the Fed pada Desember semakin kecil. Komentar  hawkish  pejabat the Fed menjaga pasar dalam rentang sempit, dengan ekspektasi bahwa data tertunda tak banyak memberi arah baru.
Pasar juga menunggu risalah rapat the Fed serta laporan tenaga kerja sebagai petunjuk keputusan suku bunga Desember. Reaksi pasar terhadap keputusan Trump membatalkan tarif lebih dari 200 produk makanan cenderung minim. Kurs yen yang tetap loyo, memicu kekhawatiran intervensi pemerintah. Euro dan poundsterling sedikit melemah menjelang rilis data ekonomi Inggris. Indeks Dolar (DXY) naik 0,25% menjadi 99,57.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1593

0.00

0.01%

6:25 PM

Yen (USD-JPY)

155.23

0.03

0.02%

6:26 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3156

0.00

0.00%

6:25 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,736

29.00

0.17%

2:59 AM

Yuan (USD-CNY)

7.1077

0.01

0.12%

1:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 17/11/2025 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup turun. Aktivitas pengapalan minyak di pelabuhan Novorossiysk Rusia kembali normal meski serangan Ukraina terus menambah risiko pasokan. Kondisi geopolitik dan sanksi Barat terhadap Rusia menjaga volatilitas pasar. OPEC + mempertahankan peningkatan target produksi untuk Desember sebesar 137.000 bph, sama seperti Oktober dan November.
Laporan ING dan Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak akan terus melemah hingga 2026, dengan surplus sekitar 2 juta bph hingga 2026. Data terbaru menunjukkan spekulan meningkatkan  net long position  ICE Brent pekan lalu, terutama akibat aksi  short-covering  sebagai respons terhadap ketidakpastian sanksi Barat. Namun UBS menilai harga minyak masih akan mendapatkan dukungan karena stok darat belum meningkat.
  • Harga Brent berjangka turun 19 sen (-0,3%) menjadi USD64,20 per barel.
  • Harga WTI berjangka berkurang 18 sen (-0,3%) jadi USD59,91 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup melemah tertekan penguatan dolar. Sentimen pasar tertekan jelang rilis data ekonomi AS yang tertunda dan sikap  hawkish  sejumlah pejabat the Fed, dengan peluang  rate cut  turun menjadi 41%. Agenda ekonomi pekan ini mencakup rilis data tenaga kerja September, Kamis, serta publikasi risalah rapat terakhir the Fed, Rabu.
Meski demikian, proyeksi jangka panjang masih positif. Analis Scotiabank memperkirakan harga emas mencapai USD3.800 per ons pada 2026, naik dari rata-rata USD3.450 tahun ini, didorong ketidakpastian ekonomi global dan potensi penurunan suku bunga riil. Harga logam mulia lainnya; perak spot naik 0,6% ke USD50,83 per ounce, platinum turun 0,2% menjadi USD1.538,16, dan paladium merosot 0,9% ke USD1.397,15
  • Harga emas spot turun 0,3% menjadi USD4.068,37 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS turun 0,5% ke USD4.074,5 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest