Kedelai Chicago Tergelincir Setelah Sentuh Level Tertinggi Sejak Juni 2024

avatar
· 阅读量 21
  • Harga kedelai Chicago turun setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Juni tahun lalu, didukung lonjakan pembelian China terhadap kedelai AS.
  • Gandum dan jagung juga melemah setelah kenaikan awal, sementara rekor soybean crush AS pada Oktober menambah dinamika pasar.
  • Meski terjadi reli, pasokan global yang melimpah dan pemangkasan estimasi panen AS yang lebih kecil dari perkiraan masih menekan harga kedelai, jagung, dan gandum.

Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago melemah, Selasa, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak Juni tahun lalu, didorong pembelian besar-besaran produk Amerika Serikat oleh China.
Gandum juga melesat ke posisi puncak beberapa bulan sebelum diperdagangkan lebih rendah, sementara jagung turun tipis.
Kontrak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,2% menjadi USD1.155,25 per bushel pada pukul 13.13 WIB, setelah sempat mencapai USD1.160,50 pada awal sesi.
Harga kedelai melambung sekitar 14% dalam sebulan terakhir, demikian laporan  Reuters,  di Canberra, Selasa (18/11).
Trader mengatakan kepada  Reuters  bahwa BUMN China, COFCO, membeli sedikitnya 14 kargo kedelai Amerika--sekitar 840.000 ton--untuk pengiriman Desember dan Januari.
Pembelian tersebut menjadi yang terbesar sejak pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan bulan lalu, serta menandai pergeseran setelah China lama menghindari kedelai Amerika akibat perang dagang.
Gedung Putih menyatakan China sepakat membeli 12 juta ton kedelai AS tahun ini.
Analis Commonwealth Bank, Dennis Voznesenski, di Sydney, mengatakan volume pembelian sebesar itu menjadi pendorong utama reli harga kedelai dalam beberapa pekan terakhir.
"Jika China benar membeli sebanyak yang dibicarakan, jumlahnya sangat besar, dan tidak banyak waktu tersisa untuk merealisasikan pembelian itu tahun ini," ujarnya.
Di sisi lain, laporan bulanan National Oilseed Processors Association ( NOPA ) menunjukkan proses penghancuran (crush) kedelai AS pada Oktober melampaui seluruh perkiraan pasar dan mencetak rekor tertinggi.
Harga gandum CBOT turun 0,5% menjadi USD555,50 per bushel setelah sebelumnya menyentuh USD561,25, level tertinggi sejak Juli.
Sementara itu, jagung melemah 0,2% ke posisi USD433,75 per bushel namun masih berada dekat puncak pekan lalu di USD442,75, yang merupakan level tertinggi sejak Juni.
Meski ada reli belakangan ini, pasokan global yang melimpah tetap menekan harga kedelai, jagung, dan gandum. Harga kedelai dan jagung turun pada Jumat setelah Departemen Pertanian AS memangkas estimasi panen nasional dalam jumlah yang lebih kecil dari perkiraan banyak analis. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest