Investigasi awal kecelakaan pesawat kargo Emirates yang tergelincir ke laut di Bandara Internasional Hong Kong pada Oktober lalu menunjukkan temuan janggal. Salah satu mesin pesawat disebut mengalami akselerasi tidak normal setelah mendarat, hingga menyebabkan pesawat kehilangan kendali.
Penerbangan Emirates EK9788 yang tiba dari Dubai keluar dari landasan utara saat mendarat pada 20 Oktober lalu. Pesawat kargo Boeing 747 tersebut menabrak mobil patroli keamanan lalu masuk ke perairan bersama kendaraan tersebut.
Laporan awal Air Accident Investigation Authority (AAIA) Hong Kong hanya memuat temuan faktual dari tahap awal pengumpulan bukti dan belum menyebutkan penyebab kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Analisis ini akan membantu tim investigasi menentukan kondisi, penyebab, dan faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut," demikian isi laporan dikutip dari SCMP, Rabu (19/11/2025).
Baca juga: Trump Gelar Karpet Merah buat MBS, Investasi Rp 10.000 T di Depan Mata |
Laporan awal ini mengungkapkan mesin Nomor Empat pada pesawat tiba-tiba melonjak hingga 90% tenaga dorong (N1 forward push) sesaat setelah pesawat menyentuh landasan. Dalam 12 detik, tenaganya bahkan naik menjadi 107%. Dua ahli penerbangan yang menelaah laporan tersebut mengatakan kondisi itu sangat tidak lazim.
"Saat mendarat, Anda tidak penambahan tenaga mesin karena tujuannya memperlambat pesawat," ujar Hong Kong Institute of Engineers Darryl Chan Chun-hoi.
Akibat dorongan mesin di sisi kanannya, pesawat langsung membelok ke kiri, keluar dari landasan utara, dan menabrak mobil patroli keamanan sebelum tercebur ke laut. Dua petugas bandara tewas dalam kejadian itu.
Penerbangan Emirates 9788 dari Dubai tersebut dioperasikan oleh ACT Airlines, maskapai kargo sewaan asal Turki.
Hong Kong Professional Airline Pilots Association, Steven Dominique Cheung mengatakan hilangnya kendali dalam kondisi satu mesin bertenaga dan tiga mesin tidak aktif pasti membuat arah pesawat tak bisa dipertahankan.
Laporan awal juga mengungkap Thrust Reverser mesin Nomor Empat sudah tidak berfungsi sebelum pesawat tiba di Hong Kong. Selain itu, sistem autobrake pesawat juga diaktifkan setelah menyentuh landasan, membuat awak harus melakukan pengereman manual.
Kendati begitu, penyebab pasti kecelakaan belum ditetapkan. Pemerintah Hong Kong menargetkan laporan lengkap rampung dalam satu tahun, meskipun investigasi serupa biasanya membutuhkan waktu lebih lama.
Saksikan Live DetikPagi:
(kil/kil)
作者:Retno Ayuningrum -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发