Greenback Berfluktuasi di Tengah Gejolak Pasar Global, Yen Bangkit Lagi

avatar
· 阅读量 20
  • Yen naik tipis dan dolar bergerak fluktuatif di tengah aksi cari aman akibat kejatuhan pasar saham global, sementara obligasi AS dan emas mendapat aliran investasi.
  • Kekhawatiran pasar meningkat akibat kejatuhan saham teknologi AS, spekulasi kebijakan BOJ, dan kenaikan yield JGB ke level tertinggi puluhan tahun.
  • Data klaim pengangguran AS melonjak dan pasar kini melihat peluang pemangkasan suku bunga the Fed pada Desember sebagai "imbang," di tengah ketidakpastian dan tekanan politik.

Ipotnews - Yen kembali mendaki, Rabu, sementara dolar AS bergerak naik turun versus sebagian besar mata uang utama dalam perdagangan Asia yang bergejolak.
Ketidakpastian pasar mendorong investor beralih ke aset safe-haven seperti emas dan surat utang Amerika Serikat setelah aksi jual saham global yang berlangsung selama beberapa hari, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Rabu (19/11).
Yen menguat 0,1% setelah sempat menyentuh posisi terendah dalam sembilan bulan terhadap dolar, Selasa, diperdagangkan terakhir di kisaran 155,37 yen per dolar.
Indeks Dolar (Indeks DXY)--yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama--bergerak fluktuatif dan melemah tipis 0,1% menjadi 99,523, seiring meningkatnya permintaan terhadap US Treasury, meski ketidakpastian mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve masih tinggi.
Analis DBS Singapura mencatat bahwa menguatnya dolar bersamaan dengan naiknya permintaan US Treasury, meski peluang penurunan suku bunga the Fed mengecil.
Menurut DBS, kondisi ini menunjukkan adanya pembelian aset aman karena investor menghindari saham teknologi Wall Street yang terus tertekan akibat kekhawatiran valuasi berlebihan di sektor kecerdasan buatan (AI).
Pasar ekuitas global kembali tumbang pekan ini. Indeks S&P 500 mencatat penurunan empat hari berturut-turut, sementara kontrak berjangka saham Amerika kembali tertekan dalam perdagangan Asia. Investor kini menanti laporan kinerja kuartal ketiga Nvidia yang akan dirilis Rabu waktu setempat.
Dalam kondisi risk-off, dolar Australia turun 0,4% menjadi USD0,6483, sedangkan dolar Selandia Baru melemah 0,5% ke posisi USD0,56305. Sementara itu, euro menguat 0,1% menjadi USD1,1586 setelah menyentuh titik terendah dalam sepekan. Poundsterling juga naik tipis 0,1% menjadi USD1,3151.
Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda dijadwalkan bertemu sejumlah pejabat pemerintah, Rabu, termasuk Menteri Keuangan Satsuki Katayama, di tengah spekulasi pasar mengenai kebijakan moneter bank sentral di bawah pemerintahan baru Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Obligasi pemerintah Jepang (JGB) mengalami tekanan jual yang mendorong imbal hasil acuan ke level tertinggi dalam 17 tahun, sementara yield tenor 40 tahun mencapai rekor baru.
Sentimen tertekan oleh kekhawatiran atas besarnya paket stimulus fiskal Takaichi. Namun, lelang obligasi 20 tahun yang diawasi ketat berjalan lancar. Harga swap menunjukkan peluang 74% bahwa BOJ akan menahan suku bunga pada pertemuan 19 Desember, dibanding 26% peluang kenaikan.
Pengangguran AS Melonjak
Kecemasan pasar bertambah setelah data klaim pengangguran awal yang dirilis Selasa memperlihatkan lonjakan jumlah warga AS yang menerima tunjangan pengangguran dari pertengahan September hingga pertengahan Oktober.
Analis IG di Sydney, Tony Sycamore, mengatakan ini merupakan rilis data pertama Departemen Tenaga Kerja sejak pemerintah AS menghentikan operasionalnya pada 1 Oktober.
Dia menambahkan bahwa "uji yang lebih penting" adalah rilis tertunda laporan nonfarm payrolls untuk September yang dijadwalkan terbit Kamis.
Pelaku pasar kini perlahan meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya, meski perpecahan internal mengenai waktu pelonggaran membuat ketidakpastian tetap tinggi.
Fed funds futures menunjukkan peluang 49% terjadinya penurunan 25 basis poin pada pertemuan 10 Desember, naik dari 42,4% sehari sebelumnya.
Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin, mengatakan pada Selasa bahwa dia berharap data mendatang serta wawancara komunitas akan membantu memperjelas arah perekonomian.
Di sisi politik, Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik Chairman Fed Jerome Powell. "Saya ingin menyingkirkan orang yang menjabat sekarang...tetapi ada pihak yang menahan saya," ujarnya.
Masa jabatan Powell berakhir pada Mei. Menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Trump akan bertemu dengan daftar final kandidat bos the Fed setelah Thanksgiving dan kemungkinan mengumumkan pilihannya sebelum Natal.
Data arus modal dari Departemen Keuangan AS memperlihatkan kepemilikan obligasi AS oleh Jepang meningkat untuk bulan kesembilan berturut-turut pada September. Jepang tetap menjadi pemegang Treasuries terbesar di luar AS dengan total USD1,189 triliun, tertinggi sejak Agustus 2022. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest