BP BUMN Respons Perusahaan Pelat Merah Rugi: Tidak Bermutu, Makan Biaya!

avatar
· 阅读量 15
BP BUMN Respons Perusahaan Pelat Merah Rugi: Tidak Bermutu, Makan Biaya!
Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf.Foto: Shafira Cendra Arini/detikcom
Jakarta

Pemerintah menyoroti tentang banyaknya perusahaan pelat merah atau BUMN yang hingga saat ini mencatatkan kerugian. Padahal, jumlah BUMN beserta anak, cucu, cicit usahanya cukup banyak.

Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Aminuddin Ma'ruf mengatakan, pihaknya punya peran besar dalam memastikan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah ini dalam kondisi yang sehat.

Namun hingga saat ini, baru sedikit BUMN yang mampu berkontribusi memberikan dividen kepada negara. Dari total 70%-80% total dividen yang disetorkan ke negara dari BUMN, disumbang oleh hanya sekitar 8 perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang lainnya, kalau bahasa anak pesantren itu 'La Yamutu Wala Yahya', tidak bermutu makan banyak biaya," kata Aminuddin, dalam agenda Business Forum di Hotel Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Senada, Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Sjahrir, mengatakan hanya sedikit perusahaan pelat merah yang berkontribusi memberikan dividen. Sedangkan 52% di antaranya justru mencatat kerugian.

ADVERTISEMENT

"Dari 1.060 perusahaan yang ada di bawah Danantara, yang memberikan dividen itu hanya 95% datang dari 8. Less than 1% (setor dividen), yang rugi minimum 52%," ujar Pandu, dalam sesi panel.

Baca juga: Merger BUMN Dikejar Beres Desember

Menurut Pandu, sudah menjadi tugas Danantara untuk memperbaiki BUMN yang mengalami kerugian tersebut. Perbaikan tersebut salah satunya dengan konsolidasi atau penggabungan perusahaan.

Ia juga menambahkan, beberapa jenis bisnis BUMN yang sama akan dikonsolidasikan sebagai bagian dari penyehatan. Contoh rumah sakit pelat merah akan disatukan untuk menjadi skala bisnis internasional.

"Ini contoh, rumah sakit, kita masa Pertamina punya rumah sakit banyak sekali. Bisnisnya oil and gas, kok punya rumah sakit. Itu sekarang kita speed up, kita bikin Danantara Hospital Group yang sebenarnya," jelas Pandu.

(shc/hns)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest