Rupiah Menguat Tipis Didukung Kenaikan Probabilitas Pemangkasan Suku Bunga The Fed

avatar
· 阅读量 2,373
  • Rupiah menguat tipis ke Rp16.699 per dolar AS didorong sentimen meningkatnya probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025, yang naik menjadi 69% dari 44% sepekan sebelumnya.
  • Ekspektasi dovish The Fed diperkuat komentar pejabat bank sentral AS, sementara pasar menantikan rilis data PPI dan penjualan ritel AS. Perkembangan perundingan damai AS-Ukraina juga mempengaruhi sentimen komoditas, terutama minyak.
  • Dari dalam negeri, rupiah ditopang penilaian positif IMF terkait ketahanan makro Indonesia. Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah di rentang Rp16.690-Rp16.730 pada perdagangan berikutnya.

Ipotnews - Nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan di awal pekan, berkat sentimen utama datang dari meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat pada Desember 2025.
Mengutip data Bloomberg, Senin (24/11) pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup pada level Rp16.699 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,10% dari posisi penutupan akhir pekan lalu di Rp16.716 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa menguatnya ekspektasi pasar terhadap langkah dovish Federal Reserve mendorong aliran sentimen positif ke mata uang Asia, termasuk rupiah.
"Probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve pada bulan Desember melonjak menjadi sekitar 69% dari sekitar 44% seminggu sebelumnya, menurut CME FedWatch Tool," tulis Ibrahim dalam publikasi risetnya, sore ini.
Menurut Ibrahim, komentar pejabat The Fed turut memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa ruang pelonggaran semakin terbuka. Ia melihat pernyataan John Williams dari The Fed New York mengisyaratkan bahwa penyesuaian kebijakan bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa sejumlah pejabat The Fed tetap menekankan risiko inflasi yang masih tinggi serta kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.
Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi produsen (PPI) dan penjualan ritel AS, yang keduanya akan dirilis Selasa waktu setempat. PPI September diproyeksikan naik 0,3% secara bulanan, sementara penjualan ritel diperkirakan meningkat 0,4%.
Selain itu, perkembangan perundingan damai AS-Ukraina turut mempengaruhi pasar energi. AS dan Ukraina mengatakan mereka telah mencapai kemajuan dalam perundingan mengenai rencana perdamaian yang mengharuskan negara yang dilanda perang itu untuk menyerahkan wilayah dan membatalkan rencana untuk bergabung dengan
NATO
.
Presiden AS Donald Trump telah memberikan batas waktu hingga Kamis ini, meskipun para pemimpin Eropa mendesak kesepakatan yang lebih baik
"Kesepakatan damai dapat mencabut sanksi yang telah mengekang ekspor minyak Rusia. Rusia adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah AS pada tahun 2024, menurut Badan Informasi Energi AS," sebut Ibrahim.
Dari dalam negeri, rupiah mendapat penopang tambahan setelah IMF menilai Indonesia berada pada lintasan pertumbuhan yang kuat dengan fondasi makro yang solid. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI berada di kisaran 5-5,8% pada 2025 dan 5-6% pada 2026.
Kebijakan fiskal dan moneter dinilai saling melengkapi. Bauran kebijakan pemerintah merupakan rekayasa presisi yang menjaga stabilitas makro sekaligus memperluas daya tarik investasi, menurut IMF dalam laporannya.
Bank Indonesia juga dinilai berhasil menjalankan pelonggaran terukur sambil menjaga stabilitas eksternal, ditopang inflasi yang berada dalam rentang sasaran.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif seiring menantikan rilis data ekonomi AS. "Untuk perdagangan besok, rupiah berpotensi ditutup melemah di rentang Rp16.690 - Rp16.730 per dolar AS," ungkap Ibrahim.(Adhitya/AI)

Sumber : admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest