- Dolar AS melemah tipis setelah komentar dovish pejabat the Fed meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember, meski menguat versus yen.
- Yen terus tertekan, dengan pasar mengantisipasi potensi intervensi Jepang, terutama di kisaran 158-162 per dolar.
- Pasar menanti data ekonomi AS dan anggaran Inggris, sementara perbedaan pandangan antar pejabat the Fed turut membatasi pergerakan dolar.
Ipotnews - Dolar AS melemah, Senin, setelah investor mencerna komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat Federal Reserve yang meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga bulan depan dan menahan penguatan greenback terhadap mayoritas mata uang utama.
Meski demikian, dolar justru melesat versus yen karena pelaku pasar terus memantau kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan mata uangnya, demikian laporan Reuters, di New York, Senin (24/11) atau Selasa (25/11) pagi WIB.
Aktivitas perdagangan sesi ini juga lebih tipis dari biasanya akibat libur nasional di Jepang dan pekan yang dipersingkat oleh libur Thanksgiving di Amerika Serikat.
Pada perdagangan petang, euro naik 0,1% menjadi USD1,1526, sehingga Indeks Dolar (Indeks DXY)--ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama--turun 0,1% ke posisi 100,15. Terhadap franc Swiss, dolar melemah 0,1% menjadi 0,8079 franc.
Tekanan terhadap dolar menguat setelah Gubernur Fed Christopher Waller menyatakan data yang tersedia menunjukkan pasar tenaga kerja Amerika masih cukup lemah untuk mendukung pemangkasan suku bunga seperempat poin pada pertemuan FOMC 9-10 Desember.
Pernyataan itu melanjutkan komentar Presiden Fed New York John Williams, Jumat, yang mengatakan suku bunga masih bisa diturunkan "dalam waktu dekat" tanpa mengganggu target inflasi bank sentral.
Komentar tersebut mendorong probabilitas pemangkasan suku bunga bulan depan menjadi 80% dari sebelumnya 30%, berdasarkan FedWatch Tool CME Group.
Namun, beberapa gubernur regional the Fed menilai pelonggaran kebijakan sebaiknya ditunda hingga terdapat bukti lebih jelas bahwa inflasi menuju target 2%.
Eugene Epstein, analis Moneycorp, New Jersey, menyebut terjadi perbedaan pandangan di internal the Fed antara mereka yang berfokus pada data masa lalu dan yang melihat ke depan. Dia menegaskan bahwa fundamental suku bunga umumnya menentukan arah pergerakan mata uang, meski tidak selalu sesuai ekspektasi pasar.
Pelaku pasar selanjutnya menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, termasuk penjualan ritel dan indeks harga produsen, sebagai pemicu pergerakan berikutnya.
Sementara itu, yen kembali melemah terhadap dolar yang naik 0,2% ke posisi 156,755 yen, mendekati level tertinggi 10 bulan di 157,90 yen.
Yen terus tertekan oleh kebijakan fiskal yang lebih longgar dan salah satu tingkat suku bunga terendah di dunia, sehingga menimbulkan spekulasi intervensi pemerintah Jepang. Mata uang tersebut sempat bangkit, Jumat, setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama kembali mengingatkan kemungkinan intervensi.
Trader memperkirakan intervensi dapat terjadi pada rentang 158 hingga 162 yen per dolar, dengan perdagangan tipis saat libur Thanksgiving, Kamis, menjadi salah satu peluang otoritas untuk bertindak.
Namun, ketiadaan intervensi pada hari libur Jepang membuat beberapa pelaku pasar menilai ambang keputusan tersebut masih cukup tinggi.
Dalam pasangan mata uang lainnya, poundsterling bergerak relatif mendatar di USD1,3108 menjelang pengumuman anggaran Inggris, Rabu.
Menteri Keuangan Rachel Reeves disebut berupaya menyeimbangkan kebutuhan belanja untuk mendorong pertumbuhan yang melemah sambil mempertahankan kepercayaan investor terhadap kemampuan Inggris memenuhi target fiskal. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发