Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melaporkan total penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) per 5 Desember 2025 sudah mencapai Rp 253 triliun atau 85% dari target sebesar Rp 280 triliun.
Meski begitu, hingga akhir tahun ini Maman memperkirakan total penyaluran KUR hanya bisa mencapai angka Rp 270 triliun. Artinya proyeksi realisasi penyaluran kredit UMKM dalam negeri Rp 10 triliun lebih rendah dari target.
"Ini memang kami belum mencapai target. Kita baru 85% dari Rp 280 triliun. Insyaallah sepertinya sampai akhir Desember ini kita hanya bisa mencapai di sekitar Rp 270 triliun," kata Maman dalam acara Group Conference 2025 di Raffles Hotel Jakarta, Senin (8/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi Rp 10 triliun dari platform itu kita tidak bisa mencapai karena memang situasi dan lain sebagainya, dan total jumlah penerima KUR tahun ini yaitu kurang lebih 4,3 Juta debitur," sambungnya.
Baca juga: Pemerintah Mau Hapus Utang UMKM Terdampak Bencana, Skema Masih Dibahas |
Dari sisi kualitas penyaluran KUR, Maman menjelaskan tahun ini pihaknya ditargetkan lebih dari 60% pinjaman diberikan untuk sektor produktif. Menurutnya untuk target yang satu ini sudah tercapai.
Menurutnya capaian ini jauh lebih memuaskan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di mana pada 2020 komposisi penyaluran KUR sektor produktif hanya 57% dari total realisasi.
Kemudian pada 2021 proporsi KUR sektor produktif hanya 55% dari realisasi, 2022 hanya 56% dari realisasi, 2023 juga hanya 56% dari realisasi, hingga pada 2024 total penyaluran kredit sektor produktif hanya 57% dari total realisasi.
"Alhamdulillah tahun 2025 ini per Desember ini kita sudah mencapai di 60% pengalokasi di sektor produksi, dan ini bagi kami adalah sebuah pencapaian dan tentunya akan kami pertahankan," terangnya.
(igo/fdl)作者:Ignacio Geordi Oswaldo -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发