- Rupiah berpeluang menguat Diperdagangkan di Rp16.668 per dolar AS, naik tipis 0,05%, dengan proyeksi bergerak dalam kisaran Rp16.600-Rp16.700.
- Klaim tunjangan pengangguran AS melonjak 44.000 menjadi 236.000, kenaikan terbesar sejak 2020, sehingga menekan dolar dan mendukung penguatan rupiah.
- Indeks Penjualan Riil BI naik 4,3% yoy pada Oktober 2025, lebih tinggi dari September (3,7%), menjadi penopang sentimen positif meski pertumbuhan antarwilayah belum merata.
Ipotnews - Nilai tukar rupiah berpeluang menguat terhadap dolar, setelah klaim tunjangan pengangguran Amerika Serikat meningkat dan penjualan ritel Indonesia mengalami perbaikan.
Mengutip data Bloomberg Jumat (12/12) pukul 09.18 WIB, kurs rupiah sedang diperdagangkan pada level Rp16.668 per dolar AS, menguat 8 poin atau 0,05% dibandingkan penutupan Kamis (11/12) di Rp16.676 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup besar. "Terutama setelah data pekerjaan AS klaim pengangguran yang jauh lebih kuat dari perkiraan," kata Lukman kepada Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Di sisi lain, data penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen sangat kuat pada pekan ini. Dua data tersebut menjaga rupiah dari keterpurukan.
"Range kurs rupiah hari ini di kisaran Rp16.600 - Rp16.700 per dolar AS," ujar Lukman.
Aplikasi tunjangan pengangguran di Amerika Serikat melonjak tajam pekan lalu, mencatat kenaikan terbesar sejak awal pandemi dan menegaskan betapa volatilnya data klaim pada periode akhir tahun.
Klaim awal meningkat 44.000 menjadi 236.000 pada pekan yang berakhir 6 Desember, menurut data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis Kamis (11/12). Ini merupakan lompatan terbesar sejak Maret 2020.
Kondisi ini terjadi setelah pekan sebelumnya mencatat jumlah aplikasi terendah dalam lebih dari tiga tahun, yang bertepatan dengan libur Thanksgiving. Angka tersebut melampaui hampir semua perkiraan dalam survei ekonom Bloomberg.
Laporan Survei Penjualan Eceran Oktober 2025 dari Bank Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan konsumsi rumah tangga. Sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi, tentu ini jadi kabar baik.
Namun, di tengah perbaikan penjualan secara nasional, laporan ini juga mengungkap kesenjangan pertumbuhan antarwilayah dan antarkategori barang yang cukup mencolok.
Bank Indonesia mencatat kenaikan Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional tumbuh 4,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Oktober 2025, angka ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan IPR September yaitu 3,7% yoy.(Adhitya/AI)
Sumber : admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发