Bursa Eropa Flat, Saham Teknologi Tertekan di Tengah Kekhawatiran Valuasi AI

avatar
· 阅读量 831
  • STOXX 600 stagnan, tertekan saham teknologi meski bank dan sumber daya menguat.
  • FTSE 100 naik berkat inflasi Inggris yang turun tajam dan ekspektasi pemangkasan suku bunga; bursa Eropa lain melemah.
  • Saham komoditas menguat, sementara teknologi dan semikonduktor turun.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa relatif flat, Rabu, seiring tekanan pada saham teknologi yang menahan penguatan pasar meski sektor sumber daya dasar mencatat kinerja solid. Kekhawatiran investor terhadap valuasi saham teknologi yang dinilai terlalu tinggi akibat euforia kecerdasan buatan (AI) masih membayangi pergerakan pasar kawasan.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun tipis 0,01 poin menjadi 579,79, setelah sempat bergerak mendekati rekor tertinggi intraday, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (17/12) atau Kamis (18/12) dini hari WIB.
Pergerakan bursa regional menunjukkan arah berbeda. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,92% atau 89,53 poin menjadi 9.774,32, sementara DAX Jerman melemah 0,48% atau 116,28 poin ke posisi 23.960,59 dan CAC 40 Prancis menyusut 0,25% atau 20,11 poin jadi 8.086,05.
Penguatan pasar Inggris dipicu data inflasi konsumen yang menunjukkan penurunan tajam di luar perkiraan pada November. Kondisi ini mendorong pelaku pasar meningkatkan spekulasi terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan secepatnya pertemuan kebijakan Kamis.
Sektor perbankan menjadi penopang utama STOXX 600 dengan lonjakan sekitar 1% dan diperdagangkan mendekati level tertinggi sejak 2008. Saham HSBC di London melambung 2,7% setelah sempat mencetak rekor tertinggi, didorong peningkatan rekomendasi dari salah satu perusahaan pialang.
"Kami tetap optimistis terhadap pasar saham global dalam setahun ke depan. Diversifikasi portofolio menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada saham teknologi Amerika Serikat," kata Manajer Portofolio Amundi, Amelie Derambure.
Dia menilai kebijakan moneter di negara-negara maju cenderung bersifat netral hingga akomodatif, dengan peluang kecil terjadinya kenaikan suku bunga, serta adanya dukungan tambahan dari kebijakan fiskal, khususnya di Jerman.
Saham pertambangan menjadi sektor dengan kinerja terbaik setelah melesat 1,1%, seiring harga perak yang menembus rekor tertinggi dan kenaikan tipis harga emas.
Saham berbasis komoditas lainnya juga menguat, termasuk sektor energi yang mengikuti kenaikan harga minyak global. Penguatan ini terjadi setelah Amerika Serikat memerintahkan blokade terhadap kapal-kapal pengangkut minyak yang terkena sanksi di Venezuela. Saham Shell dan BP tercatat melejit.
Sebaliknya, sektor teknologi melorot 1,7%, dengan saham semikonduktor seperti ASML Holdings, BESI , dan
ASMI
berada di zona merah. Tekanan juga terlihat pada sektor konstruksi dan material serta industri otomotif.
Sepanjang tahun ini, STOXX 600 mencatat reli hampir 15%, didukung penurunan suku bunga di berbagai negara Eropa dan langkah investor global yang mulai mendiversifikasi portofolio dari saham teknologi Amerika Serikat yang dinilai mahal.
Pelaku pasar sekarang mencermati sejumlah keputusan kebijakan moneter penting yang dijadwalkan pekan ini, termasuk dari Bank Sentral Eropa (ECB), Riksbank Swedia, Bank of England, serta Norges Bank Norwegia.
Pada level saham individual, Bunzl yang berbasis di London anjlok 2% setelah distributor perlengkapan bisnis tersebut memperkirakan penurunan tipis margin operasional pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, saham Serco menjadi yang berkinerja terbaik di STOXX 600, melesat 7,4%, setelah perusahaan outsourcing tersebut memproyeksikan laba tahun ini dan 2026 melampaui ekspektasi analis. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest