Bursa Pagi: Laju Indeks Global Angkat Pasar Asia, IHSG Diwarnai Window Dressing

avatar
· 阅读量 2,246
  • Bursa saham Asia dibuka menguat , didorong sentimen global positif dan data inflasi AS yang lebih rendah sehingga memicu harapan pemangkasan suku bunga The Fed.
  • Investor menanti keputusan Bank of Japan yang diperkirakan menaikkan suku bunga ke 0,75%, seiring inflasi Jepang November turun ke 2,9% dan inflasi inti stabil di 3%.
  • Di kawasan, indeks ASX 200, Nikkei, dan Kospi menguat, sementara IHSG diperkirakan berpeluang kembali hijau meski masih dibayangi tekanan jual dan rotasi ke saham perbankan defensif.

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (19/12), bursa saham Asia dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Rilis data inflasi IHK November AS yang lebih rendah dari ekspektasi mendorong harapan pemangkasan suku bunga The Fed lebih lanjut.
Di Asia, investor menantikan keputusan Bank of Japan yang akan diumumkan hari ini, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke level 0,75%, tertinggi sejak 1995. Kenaikan suku bunga diperkirakan akan memperkuat yen terhadap dolar AS serta menahan laju inflasi, yang telah berada di atas target BOJ selama 44 bulan berturut-turut.
Rilis data IHK Jepang turun menjadi 2,9% pada November. Inflasi inti, yang tidak memasukkan harga makanan segar, tetap di level 3% seperti Oktober dan sesuai dengan perkiraan rata-rata ekonom.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,52%. Indeks berlanjut naik 0,43% (36,80 poin) menjadi 8.625 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meningkat 0,68% dan Kosdaq bertambah 0,53%. Kospi berlanjut naik 0,43% menjadi 4.011,87.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat 0,85% (417,92 poin) ke 49.419,42, setelah dibuka naik 0,56% dan Topix lebih tinggi 0,57%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan kembali menghadapi tekanan jual, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melorot 0,68% ke 8.618. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange naik 0,65% menjadi USD18,63.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berisiko melemah, diwarnai tekanan jual masih mendominasi, meskipun mulai mengecil. Ada potensi dana berotasi dari saham konglomerasi menuju perbankan dengan katalis  window dressing  akhir tahun. Secara teknikal, indeks masih berada pada fase pelemahan lanjutantertahan oleh garis rata-rata bergerak 20 harian (MA20).
Analis Indo Premier berpendapat, IHSG jatuh -0.7% kemarin tertekan aksi  taking profit  saham-saham konglomerasi, sementara saham-saham perbankan menguat. Indeks Primbank10 naik +1.5%, mengkonfirmasi berlanjutnya rotasi yg membuat investor lebih memilih saham-saham defensif perbankan jelang libur akhir tahun.
Trend penguatan lanjutan saham perbankan/bluechip, dan koreksi saham konglomerasi diprediksi akan berlanjut hingga akhir tahun. Investor cenderung untuk mengamankan  profit  dan  switching  ke opsi defensif jelang libur panjang Natal-Tahun Baru.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat. Rilis data inflasi yang lebih rendah memperkuat harapan pemangkasan suku bunga The Fed. Data IHK November AS secara tahunan naik lebih rendah dari perkiraan. Klaim pengangguran mingguan memperlihatkan penurunan jumlah pengajuan baru, pekan lalu. Sentimen pada aset berisiko membaik, dengan peluang kebijakan Fed lebih dovish pada Maret.
Saham Micron Technology melejit 10,2%. Prospek kinerja positif produsen chip itu mencerminkan solidnya permintaan kecerdasan buatan (AI), mendorong kenaikan Nasdaq. SanDisk dan Western Digital juga melaju. Philadelphia SE Semiconductor Index melompat 2,6%. Saham Oracle meningkat 0,9%. Trump Media & Technology melambung 41%. Enam dari 11 sektor indeks S&P 500 menguat, dipimpin lonjakan  consumer discretionary  (1,78%). Saham Lululemon Athletica melompat 3,5%.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,14% (65,88 poin) di 47.951,85.
  • S&P 500 meningkat 0,79% (53,33 poin) ke posisi 6.774,76.
  • Nasdaq Composite melonjak 1,38% (313,04 poin) ke 23.006,36.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutu menguat, merespons rilis data inflasi AS. ECB menahan suku bunga dan memberikan pandangan yang lebih optimistis terhadap perekonomian zona euro. Bank of England memangkas suku bunga, namun memberi sinyal bahwa laju penurunan biaya pinjaman berpotensi berlanjut melambat. Bank sentral Swiss dan Norwegia mjuga mempertahankan suku bunga.
Indeks STOXX 600 melaju 0,96%ke 585,35, dipimpin kenaikan sektor keuangan, industri, dan ritel. Penguatan terjadi di hampir seluruh sektor. Saham perbankan melaju 1,1%, jasa keuangan melompat 2,2%, sementara saham industri berkapitalisasi besar melonjak 1,8%. Sektor ritel juga melonjak 2,1%, dipimpin saham H&M yang meloncat 3,6%. Sektor energi meningkat 0,7% seiring kenaikan harga minyak.
  • DAX Jerman menanjak 1,00% (238,91 poin) ke 24.199,50.
  • CAC 40 Prancis meningkat 0,80% (64,59 poin) ke 8.150,64.
  • FTSE 100 Inggris naik 0,65% (63,45 poin) menjadi 9.837,77.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Data IHK November AS naik sebesar 2,7% di bawah ekspektasi kenaikan 3,1%. Euro juga melemah setelah ECB menahan suku bunga, sementara pasar menilai arah kebijakan masih condong ke pelonggaran.
Sebaliknya, poundsterling menguat setelah BoE memangkas suku bunga, dengan ekspektasi perlambatan pelonggaran selanjutnya. Yen dan franc Swiss juga menguat. Bank of Japan diperkirakan hampir pasti akan menaikkan suku bunga jangka pendek, Jumat ini. Indeks Dolar (DXY) naik tipis 0,06% di 98,435.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1726

0.00

0.03%

6:18 PM

Yen (USD-JPY)

155.55

0.00

0.00%

6:18 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3384

0.00

0.02%

6:17 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,723

29.00

0.17%

2:59 AM

Yuan (USD-CNY)

7.0413

0.00

0.04%

1:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 18/12/2025 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup menguat. Sentimen pasar dipengaruhi risiko pasokan, karena potensi sanksi baru AS terhadap Rusia dan blokade ekspor minyak Venezuela. Gangguan Venezuela dinilai berisiko signifikan pada keseimbangan pasokan global meski harga dinilai masih relatif rendah. AS dikabarkan tengah menyiapkan putaran baru sanksi terhadap sektor energi Rusia apabila Moskow tidak menyetujui kesepakatan damai dengan Ukraina.
Inggris menjatuhkan sanksi terhadap 24 individu dan entitas sebagai bagian dari rezim sanksi Rusia. Analis menilai kegagalan tercapainya kesepakatan damai Rusia-Ukraina dapat memicu eskalasi serangan terhadap Rusia yang berpotensi memperketat pasokan global dengan cepat.
  • Harga Brent berjangka naik 14 sen (0,23%) menjadi USD59,82 per barel.
  • Harga WTI berjangka naik 21 sen (0,38%) ke posisi USD56,15 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir melemah, tertekan data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan sehingga mengurangi minat lindung nilai. IHK November AS naik 2,7% memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed pada Januari, namun tren jangka panjang emas dinilai masih positif.
Analis menilai tren kenaikan harga emas masih sangat kuat dan potensi menembus ke atas tetap terbuka, dan target harga USD5.000 masih realistis. Di pasar logam mulia lainnya; harga perak spot anjlok 1,5% ke posisi USD65,3 per ounce, terkoreksi dari rekor tertinggi USD66,88. Platinum melaju 1,2% ke USD1.922,05 level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun, dan paladium melompat 3,7% ke USD1.708,72 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD4.330,39 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS turun 0,2% menjadi USD4.364,5 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest