Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat soal maraknya kasus penipuan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal ini seiring meningkatnya aktivitas belanja dan transaksi digital pada akhir tahun.
"Hati-hati, modus menjelang natal dan tahun baru semakin masif. Ayo lebih aware dengan tanda-tanda penipuan di sekitarmu," kata OJK di Instagram resmi kontak157, dikutip Minggu (21/12/2025).
Terbaru, modus penipuan berupa ucapan natal berbentuk file .APK. Jika mendapatkan dokumen dengan format tersebut, jangan sekali-sekali mencoba untuk kliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pembatasan Angkutan Barang Berlaku Penuh 19 Desember 2025-4 Januari 2026 |
"Itu bukan video natal, itu jebakan digital. Satu kali klik bisa bikin data kamu diambil, saldo melayang dan bahkan HP kamu bisa dikendalikan," ungkap OJK.
Selain itu, modus penipuan juga bisa dari tawaran diskon besar, flash sale, hingga link belanja yang tampak resmi. Penipuan berkedok hadiah dan donasi juga semakin marak di akhir tahun.
"Ribuan orang sudah terjebak dengan kerugian hingga triliunan rupiah. Padahal semuanya sering berawal dari satu klik kecil yang terlihat sepele. Modusnya hapus dan menyentuh emosi, tapi ujungnya data pribadi diminta, uang berpindah dan penyesalan datang belakangan," ungkap OJK.
Ironisnya, generasi muda disebut menjadi salah satu yang paling rentan terkena penipuan. Hal ini dikarenakan dorongan kebutuhan cepat, gaya hidup konsumtif dan akses mudah ke layanan ilegal.
"Membuat keputusan diambil tanpa berpikir panjang," imbuhnya.
[Gambas:Instagram]
作者:Anisa Indraini -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发