Amerika Cegat Kapal Tanker Venezuela, Harga Minyak Melambung 2,6 Persen

avatar
· 阅读量 1,457
  • Harga minyak melonjak lebih dari 2,6% setelah AS mencegat kapal tanker Venezuela, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
  • Brent ditutup USD62,07, WTI USD58,01/barel, rebound dari tekanan pekan lalu.
  • Sentimen geopolitik dominan, termasuk sikap keras AS terhadap Venezuela dan konflik Rusia-Ukraina, mengimbangi fundamental pasar yang masih bearish.

Ipotnews - Harga minyak menguat signifikan, Senin, setelah Amerika menyatakan bahwa negaranya telah mencegat sebuah kapal tanker di perairan internasional lepas pantai Venezuela. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global di tengah situasi geopolitik yang masih memanas.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melambung USD1,60 atau 2,65% menjadi USD62,07 per barel, demikian laporan  Reuters,  di New York, Senin (22/12) atau Selasa (23/12) pagi WIB.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melonjak USD1,49 atau 2,64% dan berakhir di posisi USD58,01 per barel.
"Pasar mulai menyadari bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengambil sikap keras terhadap perdagangan minyak Venezuela," ujar analis Sparta Commodities, June Goh.
Menurut dia, meski kontribusi minyak mentah Venezuela hanya sekitar 1% dari pasokan global, langkah Amerika tersebut cukup untuk memicu respons pasar.
Goh menilai kenaikan harga minyak kali ini didorong oleh sentimen geopolitik, termasuk ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, di tengah kondisi fundamental pasar minyak yang sejatinya cenderung bearish. "Dukungan harga dari faktor geopolitik menjadi penyeimbang bagi tekanan dari sisi fundamental."
Pejabat AS mengungkapkan Penjaga Pantai Amerika Serikat tengah memburu sebuah kapal tanker minyak lain di perairan internasional dekat Venezuela. Jika berhasil, operasi tersebut akan menjadi pencegatan kedua dalam akhir pekan yang sama dan yang ketiga dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, sebagaimana disampaikan kepada  Reuters .
Analis IG, Tony Sycamore, mengatakan pemulihan harga minyak dipicu oleh pengumuman Presiden Trump mengenai blokade "total dan menyeluruh" terhadap kapal tanker Venezuela yang berada di bawah sanksi, serta perkembangan lanjutan di kawasan tersebut. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh laporan serangan drone Ukraina terhadap kapal armada bayangan Rusia di Laut Mediterania.
Sebelumnya, harga Brent dan WTI sempat melemah sekitar 1% sepanjang pekan lalu, mencerminkan tekanan pasar sebelum munculnya katalis geopolitik terbaru.
Di sisi diplomasi, utusan khusus AS Steve Witkoff, Minggu, menyatakan pertemuan antara pejabat Amerika Serikat, Eropa, dan Ukraina di Florida selama tiga hari terakhir difokuskan pada penyelarasan posisi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Dia menilai pembicaraan tersebut, termasuk dialog terpisah dengan negosiator Rusia, berlangsung produktif.
Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan Moskow. Penasihat kebijakan luar negeri Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan perubahan yang diajukan Eropa dan Ukraina terhadap proposal Amerika Serikat tidak meningkatkan prospek tercapainya perdamaian, sehingga ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar energi global. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest