IDXChannel - Emiten tambang menjalani 2025 dengan penuh ujian terutama di subsektor batu bara setelah harga yang bergerak melemah sepanjang tahun.
Pelaku usaha harus beradaptasi dengan fase normalisasi harga komoditas sekaligus tekanan transisi energi usai menikmati supercycle pada periode sebelumnya.
Jaga Momentum, Saham Emiten Emas HRTA-BRMS Cs Menguat KembaliBerdasarkan Harga Batu Bara Acuan (HBA), harga turun dari USD124,01 per ton di awal 2025 menjadi USD100,81 per ton pada akhir tahun. Pelemahan serupa terjadi di pasar global, tercermin dari Newcastle Index yang turun 22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) serta Indonesian Coal Index (ICI)-3 yang terkoreksi 16 persen yoy.
Koreksi harga tersebut langsung tercermin pada kinerja keuangan emiten. Hingga kuartal III-2025, laba bersih sejumlah pemain batu bara tergerus signifikan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat penurunan laba 59 persen menjadi Rp1,4 triliun dari Rp3,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah Pungut Bea Ekspor Batu Bara, Laba Emiten Tambang Berpotensi Turun hingga 27 PersenPT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan laba bersih Rp5,03 triliun, anjlok 71,9 persen dibandingkan capaian Rp17,91 triliun. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba USD130,59 juta, menyusut 52,17 persen dari USD273,01 juta. Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) hanya mengantongi laba Rp8 miliar, merosot tajam 98,5 persen dari Rp520 miliar.
作者:23/12/2025 17:46 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发